Sosialisasi Aktivitas Fisik Sebelum Belajar

Sosialisasi Aktivitas Fisik Sebelum Belajar

Solok, (InfoPublikSolok) – Dinas Kesehatan Kota Solok selenggarakan sosialisasi aktivitas fisik sebelum belajar untuk anak sekolah di Aula Dinas Kesehatan, Selasa (30/4/2019).  Peserta yang hadir di acara ini sebanyak 55 orang yang terdiri dari Kepala SD dan SMP se-Kota Solok.

Narasumber pada acara ini mendatangkan Dosen Universitas Negeri Padang, dr. Pudia M. Indika, M.Kes, AIFO-K dan dr. Sri Widya Iswara dari BKOM Pelkes Padang.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Solok, Dra. Dessy Syafril, Apt. MPH, mewakili kepala dinas dalam sambutannya menyampaikan tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan derajat kesehatan dan kebugaran jasmani anak sekolah melalui aktivitas fisik/latihan fisik atau olahraga yang baik dan benar, terukur dan teratur untuk memperoleh sumber daya manusia yang berkualitas dan produktif.

Dessy menyebutkan, berdasarkan hasil survey pemantauan status gizi (2015), kegemukan dan obesitas pada anak sekolah sebesar 9,2%. Menunjukkan bahwa aktivitas fisik bagi anak sekolah sudah berkurang, oleh karena itu maka dianggap perlu program pengembangan kesehatan olahraga untuk bersinergi dengan program pendidikan.

Narasumber dr. Pudia M. Indika, M.Kes, AIFO-K menerangkan tentang arti Kebugaran Jasmani yang merupakan Kemampuan tubuh untuk melakukan aktivitas sehari-hari tanpa mengalami kelelahan yang berlebihan dan memiliki cadangan energi yang dapat digunakan secara mendadak setiap saat atau untuk mengisi waktu luang.

Pentingnya pembangunan generasi bugar siswa sekolah, kata dr. Pudia, karena pada era ini kehidupan manuasia dikelilingi oleh perangkat-perangkat  yang didesain serba mudah dan tanpa banyak gerak dan kerja.

“Misalnya pergi ke pasar/ belanja naik kendaraan, cuci mobil ada mesinnya (pergi ke pencucian mobil), cuci pakaian ada mesin cuci, motong rumput ada mesin pemotong rumput, pesan makanan bisa dipesan antar dan banyak lainnya yang menyebabkan anak jadi malas bergerak dan lebih memilih gadget,” sebutnya.

“Dampak negatif dari gadget, lanjut dr. Pudia, diantaranya perilaku anak yang tidak terkendali (penggunaan gadget > 2 jam/hari), kemampuan bersosialisasi rendah, tidak peduli lingkungan, kurang bermain, hubungan dengan orangtua menurun, perilaku anak menjadi agresif, perilaku malas dan cenderung obesitas dan gangguan tidur serta malas belajar.

“Saat ini ada beberapa jenis olahraga yang dianjurkan untuk usia anak usia SD, yang pertama Lari (berlari dengan rintangan, berlari dengan awalan yang berbeda, dikejar, mengejar, berlari cepat, mendaki, berlari sambung.  Kedua, Lompat (lompat jauh, lompat tanpa gerakan awal, lompat dengan gerakan awal). Ketihga, Loncat (meloncat dengan tali diletakkan lurus sejajar, meloncat melewati balok), Keempat, Lempar (melempar kesasaran yang telah ditentukan, melempar dari samping, melempar jauh melalui atas kepala, melempar dengan dua tangan, menggelinding diatas tanah. Kelima, Senam (SKJ),” terangnya.

Selanjutnya masukan dan arahan  dari dr. Sri Widya Iswara, menganjurkan latihan fisik terprogram untuk anak sekolah seperti Senam Anak Bangsa, latihan fisik dengan target latihan fisik tiga kali dalam seminggu, guru diharapkan dapat mendorong setiap anak untuk memilih satu kegiatan ekstrakurikuler olahraga dan membiasakan anak untuk bergerak pada jam istirahat.

“Biasakan anak mau beraktivitas fisik dengan cara gerak baris sebelum mulai jam pelajaran, gerakan kapiten antara jam pelajaran, optimalisasi waktu turun main dengan memperkenalkan permainan daerah setempat. Karena Anak yang kurang melakukan aktivitas fisik bisa obesitas,” imbuhnya.

“Maka dari itu sekolah diharapkan  bisa membentuk kegiatan seperti Gerak Barisan, Gerak Kapiten, Bermain waktu istirahat, Senam Anak Bangsa, Pengukuran kebugaran jasmani, Ekstra kurikuler olahraga dan Aktivitas fisik lain: berkebun, membersihkan kelas,” tambahnya.

Berikutnya, dr. Sri Widya Iswara juga menambahkan beberapa tips agar tetap sehat bugar sepanjang hayat bisa dilakukan dengan cara : general check-up secara teratur, olahraga terukur dan terprogram baik, asupan gizi, dan hindari stres.

“Adapun efek dari aktivitas fisik (olahraga) terhadap kesehataan itu sendiri yaitu bagi ibu hamil agar mengurangi resiko kematian prematur, mengurangi resiko kematian dari penyakit jantung, mengurangi resiko terkena penyakit diabetes melitus, mengurangi resiko terkena hipertensi, dan menurunkan tekanan darah penderita hipertensi,” jelasnya.

“Semakin banyak aktivitas gerak yang dilakukan semakin banyak manfaat kesehatan yang didapat yaitu semakin kecil mendapat resiko penyakit jantung, diabetes, hipertensi, dan dapat menikmati hidup yang penuh bahagia, serta olahraga yang dilakukan dengan teratur dan terukur dapat mencegah penanggulangan obesitas, penyakit jantung koroner dan stroke,” terangnya.  (es)

Acara ini dihadiri oleh Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Solok, Dra. Dessy Syafril, Apt. MPH, Kepala Seksi Kesling Kesja OR, Despa Wildawati, SKM beserta staf, jumlah peserta yang

Tags: , , ,