Sosialisasi Imunisasi pada Masyarakat Kota Solok

Sosialisasi Imunisasi pada Masyarakat Kota Solok

Solok, (InfoPulikSolok) – Dinas Kesehatan mengadakan sosialisasi imunisasi pada masyarakat, di Aula Dinas Kesehatan, Jum’at (11/10/2019), turut hadir Kabid P2 Kesmas, dr. Pepy Ledy Soffiany, Kasi P2, Silvia Yuniwarti, serta tokoh dan masyarakat pada 13 Kelurahan di Kota Solok.  Narasumber kegiatan dari Kepala Bidang Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat, Linarni Jamil, dan Ketua Kelompok Kerja Kejadian Ikutan Paska Imunisasi (POKJA KIPI) Kota Solok dr. IGM Afridoni.

Dalam pembukaannya, Kepala Bidang P2 dan Kesehatan Masyarakat menyampaikan tujuan dari kegiatan tersebut adalah memberikan persamaan persepsi pada masyarakat mengenai imunisasi, sehingga informasi yang disampaikan dapat dilanjutkan juga kepada masyarakat yang ada pada tiap kelurahan, tuturnya.

Dalam materinya, Linarni Jamil menjelaskan, imunisasi adalah program pencegahan penyakit menular yang diterapkan dengan memberikan vaksin kepada seseorang sehingga akan timbul kekebalan terhadap suatu penyakit. Imunisasi adalah hak azasi anak yang tertuang dalam Undang-Undang Dasar, Perlindungan Anak dan Kesehatan. Pemerintah Kota Solok dalam hal ini berkomitmen untuk pembangunan kesehatan yang berorientasi pada masyarakat maupun generasi penerus sesuai dengan prioritas tujuan kesehatan yang telah ada, tuturnya.

Lebih lanjut, Linarni Jamil mengatakan, diperkirakan di seluruh dunia, pada tahun 2015, 1 dari 5 anak atau sekitar 21,8 juta anak tidak mendapakan imunisasi yang bisa menyelamatkan nyawa mereka dari Penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I). Di Indonesia, diharapkan untuk capaian Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) perlu ditingkatkan hingga mencapai target 95% di tahun 2019 untuk meningkatkan kekebalan kelompok (herd imunity), tuturnya.

Sementara itu, Afridoni menjelaskan, bahwa keberhasilan imunisasi adalah dengan tereliminasinya penyakit cacar sejak tahun 1974. Diharapkan kedepannya juga dapat mengeliminasi, mereduksi dan eradikasi penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I) lainnya. Imunisasi dasar lengkap adalah imunisasi yang diberikan sesuai dengan jadwal, diawali dengan imunisasi hepatitis yang diberikan pada bayi dibawah 24 jam setelah kelahiran sampai dengan pemberian imunisasi campak dan rubella pada usia 9 bulan. Penyakit yang dapat dicegah dengan pemberian rutin imunisasi adalah Tuberkulosis Paru (TB Paru), Hepatitis B, Polio, Dipteri, Pertusis, tetanus, meningitis, pneumonia, campak dan rubella, tuturnya.

Selain Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) juga diberikan imunisasi lanjutan pada anak usia 18 bulan yaitu imunisasi Difteri, Pertusis, Tetanus (DPT)/ hepatitis B (HB)/ haemophilus influenza tipe B (HiB) dan Campak Rubella yang bertujuan tetap memberikan kekebalan pada tubuh anak serta pemberian imunisasi pada sekolah melalui program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) untuk anak sekolah dasar yang sederajat dengan teknis pemberian akan diinformasikan pada masing-masing sekolah, tambah Afridoni.

“Masyarakat dapat memberikan dukungan terhadap program-program kesehatan termasuk imunisasi, dikarenakan imunisasi bertujuan untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat penyakit-penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I),” tutur Afridoni mengakhiri materinya. (es)

Tags: , , , , , , , ,