Sosialisasi Kesehatan Reproduksi Remaja di Kelurahan Koto Panjang

Sosialisasi Kesehatan Reproduksi Remaja di Kelurahan Koto Panjang

Solok, (InfoPublikSolok) – Kelurahan Koto Panjang mengadakan sosialisasi kesehatan reproduksi bagi remaja Kota Panjang di Aula Kelurahan, Kamis (25/07/2019). Narasumber kegiatan dari Puskesmas Tanjung Paku yaitu dr. Deki Hidayatul, tentang Hiv Human Immunodeficiency Virus atau biasa disingkat HIV adalah virus yang menyebabkan penyakit AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome).

Menjaga kesehatan reproduksi adalah hal yang sangat penting, terutama pada remaja. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), remaja adalah orang yang berusia 12 hingga 24 tahun. Masa remaja merupakan peralihan dari kanak-kanak menjadi dewasa. Artinya, proses pengenalan dan pengetahuan kesehatan reproduksi sebenarnya sudah dimulai pada masa ini. Secara sederhana, reproduksi berasal dari kata “re” yang berarti kembali dan “produksi” yang artinya membuat atau menghasilkan.

Dalam pembukaan, Lurah Ade Chandra Yuda menghimbau  agar para remaja koto panjang dapat menyimak dan bertanya hal-hal yang tidak mengerti dalam pembahasan yang diberikan oleh  Narasumber.  Sosialisasi ini sebagai salah satu upaya memberi pemahaman kepada remaja akan arti penting pengetahuan kesehatan reproduksi karena kurangnya edukasi terhadap hal yang berkaitan dengan reproduksi nyatanya bisa memicu terjadinya hal-hal yang tak diinginkan, imbuhnya.

“Salah satu hal yang sering terjadi adalah penyakit seksual menular, kehamilan di usia muda, hingga aborsi yang berakibat pada hilangnya nyawa remaja, ” turur Ade.

Dalam pemaparannya, dr. Deki Hidayatul mengatakan HIV secara drastis dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh, sehingga memungkinkan penyakit, bakteri, virus, dan infeksi lainnya menyerang tubuh Anda. HIV menyerang dan menghancurkan sel CD4 yang seharusnya melawan infeksi dari sistem kekebalan tubuh. AIDS adalah kondisi penyakit kronis dari infeksi virus HIV, ditandai dengan munculnya penyakit lain, seperti kanker dan berbagai infeksi yang muncul seiring dengan melemahnya sistem kekebalan tubuh.

Lebih lanjut, dr. Deki Hidayatul lGBT menyebutkan, bayaha dan pencegahanya yang sedang marak saat ini di Indonesian khususnya ada beberapa kasus di kota solok yang identiasnya dirahasiakan. lGBT adalah jargon yang dipakai untuk gerakan emansipasi dikalangan non-heteroseksual. Istilah itu berasal dari singkatan bagi lesbian, gay, biseksual dan transgender/transeksual, untuk menunjukkan gabungan dari kalangan minoritas dalam hal seksualitas.

“Harapannya, agar para remaja  koto panjang menyampaikan informasi pada teman-teman keluarga dan diterapkan pada diri sendiri agar tidak terwabah penyakit reproduksi, ” harapnya.

Rezi merupakan remaja Koto Panjang  RT01/RW01, senang dengan sosialisasi  yang di adakan oleh pihak kelurahan, dapat bertanya dan diskusi masalah kesehatan. (da)

Tags: , , , ,