Teknologi Tanam Jajar Legowo Pilihan Tepat Menaikan Produksi Padi di Kota Solok

Teknologi Tanam Jajar Legowo Pilihan Tepat Menaikan Produksi Padi di Kota Solok

penyuluh pertanian turun kesawah

Pemerintahan Jokowidodo-Jusuf Kala(Jokowi-JK) mulai melirik sektor pertanian, khususnya padi sawah untuk memacu produksi padi di Indonesia, untuk memainkan peranannya itu Jokowi menggandeng Tentara Nasional Indonesia (TNI) khususnya yang berperan sebagai teritorial untuk ikut mendorong peningkatan produksi padi.

Tidak terkecuali Kota Solok yang merupakan bagian dari Indonesia juga antusias meningkatkan produksi padi, fasalnya Kota Solok kian hari terus berkembang pesat dan banyak lahan pertanian produktif beraih fungsi ke bangunan. Kendati Kota Solok sebuah kota menuju perdagangan, jasa dan pendidikan namun sektor pertanian tidak diabaikan.

Alih fungsi lahan di Kota Solok memang tidak bisa dipungkiri, lihat saja di jalan protokol Balaikota Solok, beberapa areal sawah produktif berubah menjadi bangunan, begitu juga di kawasan VI Suku dan Tanah Garam berdiri bangunan. Berdasarkan data dari Dinas Pertanian Perikanan Kehutanan Kota Solok, luas lahan sawah di Kota Solok kini tersisa 800 hektar dari sebelumnya 1.500 hektar.

Mengingat makin berkurangnya lahan sawah di Kota Solok sementara jumlah penduduk terus bertambah, mau tidak mau, daerah itu harus meningkatkan produksi padi untuk memenuhi kebutuhan pangan khususnya beras. Jika dilihat dari tingkat konsumsi beras dan jumlah penduduk, Kota Solok masih bisa surplus

Namun produksi itu untuk saat ini, kedepan, katakanlah 5 tahun dan 10 tahun kedepan, bisa saja terjadi minus, produksi padi tetap dan jumlah konsumsi meningkat, mau tidak mau Kota Solok inpor beras. Masalah itu tentu tidak diingini sama sekali apalagi Solok dikenal Kota Beras. Beras Solok sudah terkenal diseantero nusantara.

Untuk mengatasi masalah itu, salah satu langkah yang gencar dilaksanakan adalah melakukan tanam sistim jajar legowo untuk meningkatkan produksi padi. Tanam sistim jajar legowo (jarwo) merupakan program yang dilaksanakan dari pusat sampai kedaerah melalui himbauan Presiden Jokowi , dengan mengganteng TNI.

Pemerintah Kota Solok melalui Dinas Pertanian Perikanan dan Kehutanan sudah mulai menerapkan tanam Jarwo dimaksud sejak awal Januari 2015 lalu, penerapan teknologi itu dilaksanakan melalui anggota kelompoktani yang dibina langsung penyuluh pertanian sesuai wilayah binaannya. Untuk mendukung sistim tanam jajar legowo, pemerintah pusat dan daerah memberikan bantuan pada petani dalam bentuk biaya pengolahan lahan, pembelian pupuk kandang dan pupuk buatan.

Kota Solok pada tahun 2015 mendapat alokasi anggaran operasi khusus(Opsus) 300 hektar, kemudian juga jaringan irigasi. Petani yang selama ini melaksanakan budidaya padi sawah secara swadaya mulai dibantu dengan konsekwensi bisa melaksanakan tanam teknologi jajar legowo. Penanaman jajar legowo itu merupakan pilihan yang tepat untuk meningkatkan produksi padi karena berdasarkan hasil penelitian dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sumbar maupun Balai Besar Padi Sukamandi Jawa Barat, teknologi Jarwo bisa menaikan produksi 20 %.

Teknologi Jarwo itu juga diterapkan pada anggota kelompoktani di Kota Solok, malahan sudah banyak anggota kelompoktani yang menerapkan teknologi tersebut, berdasarkan pengambilan sampel sistim ubinan yang dilaksanakan pada musim tanam Januari-April 2015 lalu, memang terjadi peningkatan produksi padi mencapai 30 % dari biasa. Kenaikan produksi itu dikarenakan melalui jarwo jumlah rumpun padi bertambah.

Jarwo itu menerapkan pola tanam 4-1 artinya dalam 4 baris pertanaman dikosongkan 1 baris dan seterusnya, pada pinggir barisan tanaman dirapatkan, dengan dirapatkan pada barisan pinggirnya otomatis terjadi penambahan rumpun tanaman padi. Dengan bertambahnya jumlah rumpun padi produksi naik.

Banyak keuntungan yang diperoleh dengan teknologi tanam Jarwo, diantaranya menekan serangan hama tikus karena areal pertanaman sudah ada baris-barisnya yang ada rongganya, kemudian menekan serangan keong mas karena antara barisan yang dikosongkan air bisa mengalir, sifat keong mas menelusuri arah air. Pemerataan cahaya matahari, menurunkan serangan blast dan hama lainnya.

Di Kota Solok sejak Januari 2015 sampai sekarang sudah banyak anggota kelompoktani yang melaksanakan tanam teknologi jajar legowo dimaksud, jika diinventarisis, dari 800 hektar lahan sawah di Kota solok sudah 60 % melaksanakan tanam jajar legowo,(Alfian)

Tags: