Tertibkan PKL Satpol PP Kota Solok turunkan 12 personil setiap hari

Tertibkan PKL Satpol PP Kota Solok turunkan 12 personil setiap hari

penertiban jalur 2 kota solok

SOLOK –Satuan Polisi Pamong Praja Kota Solok menurunkan 12 orang personilnya setiap hari ke kawasan pasar Solok untuk menertibkan pedagang buah dan perparkiran di jalan 2 jalur sehingga arus lalu lintas di kawasan pasar lebih lancar.

Penertiban di jalan 2 jalur pasar raya Solok itu dilakukan mengingat makin hari jumlah pedagang yang mencari nafkah terus bertambah seiring dengan panen raya beberapa komoditi bauh-buahan, para pedagang memilih jalan 2 jalur dijadikan tempat berjualan. Kawasan itu dipilih dan menjadi inceran karena berada pada kawasan ramai pengunjung.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Solok Zulkarnaini yang dihubungi di kantornya Senin (18/1) membenarkan tentang dilakukan penertiban setiap hari dimulai pukul 07.00 sampai pukul 13.000. Penertiban itu dilakukan mengingat jumlah pedagang terus bertambah dan sudah menggangu arus lalu lintas.

Sebelum penertiban dilakukan, Satpol PP melakukan sosialisasi pada pedagang yang saban hari berjualan di jalan 2 jalur itu sehingga pedagang tidak kaget tentang perlunya mensterilkan dari aktifitas berjualan. Jika kegiatan pedagang dibiarkan tanpa ada penertiban, bisa-bisa separoh badan jalan terpakai olehnya.

“Kita sudah koordinasi dengan kantor pengelola Pasar Solok selaku instansi yang bertanggung jawab terhadap kegiatan pedagang, dari koordinasi itu memang kawasan jalan 2 jalur semestinya dikosongkan, terang Zulkarnaini. Namun dengan dasar pertimbangan kemanusiaan, jalan 2 jalur bisa dimanfaatkan untuk berdagang setelah pukul 16.00 sesuai surat keputusan Walikota Solok.

Untuk menjaga keindahan Pasar Solok dari kesemrautan, personil Satpol PP stanby di lokasi jalan 2 jalur setiap hari, sebab lanjut Zulkarnaini, tanpa ditunggui petugas, pedagang terus saja memanfaatkan badan jalan untuk berjualan. Tidak hanya pedagang buah-buahan yang selalu menjadikan jalan 2 jalur untuk berjualan, melainkan juga sudah menjadi pusat perparkiran, baik kendaraan roda dua, becak dayung dan kendaraan roda empat.

Dinas Perhubungan sendiri sudah menempatkan rambu-rambu dilarang parkir di jalan 2 jalur itu, tapi tidak diindahkan pemilik kendaraan apalagi komoditas ojek roda dua selalu saja menjadikan kawasan jalan 2 jalur tempat mangkalnya menunggui calon penumpangnya. (Alfian)

Tags: