Tiga Warga Terkena DBD, Dinas Kesehatan Lakukan Fogging di Perumahan Guru Biruhun

Tiga Warga Terkena DBD, Dinas Kesehatan Lakukan Fogging di Perumahan Guru Biruhun

Solok, (Info Publik Solok) – Dinas Kesehatan Kota Solok melaksanakan pengasapan (fogging) menyusul adanya tiga warga Perumahan Guru Jl. Telaga Biruhun Kelurahan Simpang Rumbio terjangkit Demam Berdarah Dengue (DBD), Selasa (21/6/2022).

Ketua RT 001 RW 05, Masrul mengatakan, fogging ini dilakukan dengan menggandeng Dinas Kesehatan menyusul adanya 3 warga yang terjangkit DBD, seluruhnya sempat dirawat di rumah sakit M. Natsir dan kini mereka sebagian sudah berada di rumah masing-masing.

Masrul mengingatkan kepada warga untuk mewaspadai DBD selama musim pancaroba ini, oleh karenanya, warga diimbau melakukan 3 M (menguras, menutup dan mengubur) untuk memberantas jentik nyamuk penyebab penyakit tersebut.

“Fogging itu hanya bisa membunuh nyamuk dewasa. Nyamuk dewasa itu bisa mati hanya dalam 4 hari sampai satu minggu, yang paling efektif adalah membunuh jentiknya dengan 3 M,” jelasnya.

Pengasapan dilakukan di sejumlah titik di Perumahan Guru Jl. Telaga Biruhun, sasarannya lahan kosong atau pekarangan, halaman depan rumah warga, saluran, area depan rumah, dan sejumlah tempat usaha.

“Agar tidak terjadinya lonjakan kasus DBD, kami imbau warga untuk meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat, kemudian jadikan diri masing-masing sebagai juru pemantau jentik di rumah sendiri, dengan cara ini insya Allah kasus DBD dapat ditekan sedini mungkin,” lanjutnya.

Untuk menghindari resistensi nyamuk terhadap insektisida dan pencemaran udara, maka tindakan fogging ini harus diikuti dengan upaya pencegahan penyakit DBD lainnya agar rantai penyebaran demam berdarah benar-benar terhenti. Salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah dengan aktivitas 3M Plus.

Yaitu, Menguras dan Membersihkan tempat yang menjadi penampungan air, Menutup secara rapat tempat-tempat penampungan air tersebut agar tidak menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti.

Kemudian Mendaur ulang atau memanfaatkan barang-barang bekas yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk, Plus adalah berbagai bentuk kegiatan pencegahan lainnya, seperti menggunakan obat nyamuk, menaburkan bubuk larvasida pada tempat penampungan air, menggunakan kelambu saat tidur dan memelihara ikan pemangsa jentik nyamuk. (amf)

Tags: ,