Tingkatkan Cakupan Pemeriksaan TB, Dinas Kesehatan Adakan Pelatihan Kader Tuberkulosis

Tingkatkan Cakupan Pemeriksaan TB, Dinas Kesehatan Adakan Pelatihan Kader Tuberkulosis

Solok, (InfoPublikSolok) – Dinas Kesehatan adakan Pelatihan Kader Tuberkulosis (TB) se-Kota Solok. Kegiatan yang berlangsung di aula Kodim 0309/Solok pada Senin (29/4/2019) tersebut dihadiri oleh sekitar 220 orang peserta yang terdiri dari Camat, Lurah, Kader Tuberkulosis (TB), Kepala Puskesmas dan pengelola program TB Puskesmas se-Kota Solok.

Gerakan TOSS TB (Temukan Obati Sampai Sembuh) merupakan gerakan nasional dalam kampanye penemuan kasus TB secara aktif dan masif yang melibatkan seluruh pihak baik pemerintah maupun masyarakat.

“Diharapkan dengan pelatihan kader tuberkulosis ini, dapat terpantau angka kejadian TB di masyarakat, karena kader adalah garda depan bagi program kesehatan dimasyarakat, untuk Kota Solok Sehat Bebas Tuberkulosis,” kata dr. Pepy Ledy Soffiany selaku narasumber dan pelaksana kegiatan.

“Sehubungan dengan target eliminasi TB di Indonesia dipercepat menjadi tahun 2030, yang sebelumnya ditargetkan tahun 2035, maka perlu upaya-upaya strategis untuk dapat mencapai target tersebut. Salah satunya dengan meningkatkan penemuan kasus dengan melakukan ketuk pintu melalui kader-kader TB yang ada di masyarakat,” lanjut Kabid P2 dan Kesmas tersebut.

dr. Pepy Ledy Soffiany menjabarkan agar kader yang telah ditunjuk dapat melakukan kunjungan rumah dalam rangka memberikan informasi mengenai TBC, sekaligus melakukan Skrinning (pemilahan) untuk menemukan orang yang terduga terkena penyakit TB.

Setelah menemukan terduga TB, selanjutnya Kader merujuk orang tersebut ke fasilitas kesehatan atau Puskesmas terdekat untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Bagi penderita TB akan diberikan pengobatan dengan obat yang berkualitas yang disediakan pemerintah pada seluruh Puskesmas secara gratis.

“Oleh sebab itu diharapkan dengan adanya pelatihan kader TB di Kota Solok mampu meningkatkan target capaian Kota Solok, serta mampu meningkatkan angka temuan Tuberkulosis di masyarakat Kota Solok, mengingat target penemuan kasus TB tahun 2019 adalah 272 kasus dan Penjaringan suspect sebanyak 2.720 kasus,” ungkap dr. Pepy.

Dalam kesempatan tersebut, dihadirkan juga narasumber dari Puskesmas Tanah Garam dr. Wafda Aulia, Sp.Paru yang menjabarkan bahwa penyakit tuberkulosis adalah Penyakit menular langsung yang disebabkan oleh kuman Tuberkulosis (TB).

Mycobacterium tuberculosis. biasanya menyerang paru, tetapi dapat juga  menyerang bagian tubuh lain seperti kulit, tulang dan lain sebagainya. Tuberkulosis bukanlah penyakit keturunan dan bukan juga penyakit karena kutukan atau guna-guna,” jelasnya.

Kasus TB di Indonesia menduduki peringkat ketiga di Asia setelah China dan India, TB biasanya lebih banyak terdapat pada usia produktif, masyarakat ekonomi lemah dan diperparah dengan Kehilangan waktu kerja 3 sampai 4 bulan/ tahun sehingga berimbas pada perekonomian keluarga.

“Tanda dan gejala TBC yang dapat kita lihat adalah terdapat batuk berdahak terus menerus selama dua minggu atau lebih, batuk darah atau dahak bercampur darah, sesak nafas, lemas, nyeri dada, nafsu makan kurang, berat badan menurun, demam meriang lebih satu bulan dan berkeringat malam tanpa kegiatan fisik,” terangnya.

Ditambahkan, permasalahan lain dalam penyakit TBC yaitu stigma yang ada pada masyarakat terkadang berpengaruh pada penderita TB, oleh karena itu diharapkan kepada masyarakat jangan membuat  penderita makin menderita dengan tidak mengucilkan, memotivasi Penderita agar teratur menelan obat sampai sembuh dan jadilah pengawas minum obat (PMO) untuk membantu kesembuhan penderita dan sabar dalam menghadapi penderita.

Sedangkan cara mencegah penularan pada TBC, dijelaskan antara lain, jika batuk baiknya menutup mulut dengan menggunakan kain atau tisu, jangan meludah di sembarang tempat, gunakanlah kaleng bertutup diisi dengan lisol untuk membuang dahak.

Hindari rokok, bagadang dan minuman keras, cukuplah istirahat, Kamar tidur penderita haruslah terpisah untuk beberapa lama sampai hasil labor negatif, Kamar sebaiknya cukup luas, cukup ventilasi, terang, tidak lembab, masuk cahaya matahari langsung, Kasur sering dijemur, kain tidur dijemur dan dicuci.

Dr. Wafda Aulia, menambahkan, beberapa tindakan pencegahan terhadap TBC adalah minum obat secara teratur, usahakan jangan putus obat untuk menghindari resistensi kuman, melakukan vaksinasi BCG pada bayi usia 2 bulan, memperhatikan etika batuk yang baik, makan dengan menu gizi yang seimbang serta memperhatikan keadaan rumah agar cukup cahaya dan ventilasi udara. (es)

Tags: , , , , , ,