Tingkatkan Kompetensi, Penyuluh Pertanian Kota Solok Mengikuti Temu Teknis

Tingkatkan Kompetensi, Penyuluh Pertanian Kota Solok Mengikuti Temu Teknis

Solok (infopubliksolok) – Dalam Rangka meningkatkan Sumber Daya Ketenagaan Penyuluhan di Kota Solok, Dinas Pertanian Kota Solok menyelanggarakan temu teknis Penyuluh Pertanian, baik Penyuluh PNS, PPPK maupun Penyuluh Swadaya, bertempat di Aula Dinas Pertanian Kota Solok, Selasa (9/11/2021).

Acara temu teknis ini mendatangkan narasumber dari Dinas Perkebunan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumatera Barat, Salman Elfarisi, yang merupakan Penyuluh Pertanian Provinsi Sumatera Barat. Hadir pada acara ini Kepala Dinas Pertanian Kota Solok, Ikhvan Marosa sekaligus membuka acara, Kepala Bidang Penyuluhan, Zeldi Efiza, Kepala Seksi pada Bidang Penyuluhan dan 25 orang peserta yang merupakan penyuluh pertanian.

Kepala Dinas Pertanian Kota Solok pada acara pembukaan menyampaikan agar penyuluh benar-benar mengikuti kegiatan ini dengan baik, sehingga penyuluh memahami materi dengan sempurna dan tidak salah menerapkan di lapangan.

Salman menyampaikan beberapa materi dalam Temu Teknis Penyuluhan Pertanian ini yaitu Penyusunan Programa Penyuluhan Pertanian, Penilaian Kelas Kemampuan Kelompok tani dan Konsep Gerakan Petani Milenial Enterpreneur Mendukung Pembangunan Pertanian di Sumatera Barat.

Salman Elfarisi penyuluh Pertanian Senior di Sumatera Barat ini memulai materinya mengenai Penyusunan Programa Penyuluhan Pertanian. Ia menyampaikan dasar hukum dalam Penyusunan Programa Penyuluhan Pertanian yaitu UU Nomor 16 Tahun 2006 tentang Sistem Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan dan Permentan Nomor 47 Tahun 2016 tentang Pedoman Penyusunan Programa Penyuluhan Pertanian.

“Programa Penyuluhan Pertanian disusun oleh penyuluh untuk pedoman, arah dan alat pengendali bagi penyuluh pertanian dalam pencapaian tujuan penyelenggaraan penyuluhan pertanian. Programa penyuluhan disusun mulai dari tingkat pemerintahan terkecil yaitu kelurahan atau nagari sampai ke tingkat nasiona,” papar Salman.

Programa Penyuluhan Pertanian Kelurahan diketuai oleh Kepala Pos Penyuluhan Pertanian Kelurahan dan Sekretaris Penyuluh Pertanian di Kelurahan tersebut, kemudian disahkan oleh Kepala Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan. Programa Penyuluhan Pertanian disusun setiap tahun dengan memuat rencana penyuluhan pertanian tahun berikutnya.

“Dalam Programa Penyuluhan Pertanian hanya memuat semua kegiatan yang memiliki anggaran, sedangkan kegiatan yang tidak memiliki anggaran tidak dimasukkan,” lanjut nara sumber yang merupakan Penyuluh Pembina untuk Kota Solok ini.

Salman melanjutkan materinya mengenai Penilaian Kelas Kemampuan Kelompok tani dan Petani Milenial. Penilaian Kelas Kemampuan Kelompok tani ini berguna bagi penyuluh pertanian dan bagi kelompok tani sendiri.

Aspek-aspek penilaian Kelas Kemampuan Kelompok tani terdiri dari kemampuan merencanakan, kemampuan mengorganisasikan, kemampuan melaksanakan kegiatan, kemampuan melakukan pengendalian dan pelaporan dan kemampuan mengembangkan kepemimpinan kelompok tani. Dalam penilaian kelas Ada empat kelas kelomok tani yakni Pemula, Lanjut, Madya dan Utama.

Materi terakhir yang disampaikan oleh Salman Elfarisi adalah mengenai Konsep Gerakan Petani Milenial Enterpreneur Mendukung Pembangunan Pertanian di Sumatera Barat. Gerakan petani milenial ini didasari oleh beberapa hal, diantaranya tingkat pengangguran di Sumatera Barat pada Tahun 2020 mencapai 6,88% dan lahan pertanian masih banyak tersedia. Ada beberapa kategori petani milenial diantaranya Warga Negara Indonesia, berusia 21 – 39 tahun, memiliki usaha pertanian baik on farm maupun off farm, memiliki omzet minimal 10 juta perbulan dan beberapa kategori lainnya.

Kegiatan Temu Teknis ini ditutup oleh Kepala Bidang Penyuluhan Dinas Pertanian Kota Solok, Zeldi Efiza. Kepala Bidang pada penutupan menyampaikan bahwa penyuluh pertanian harus menerapkan apa yang telah diperoleh pada temu teknis penyuluhan pertanian ini. (sn)

Tags: , ,