Info Publik Solok

Media Informasi Masyarakat Kota Solok

5 Desember 2023

Tingkatkan Mutu Produk, 40 IRTP Ikuti Bimtek Keamanan Pangan

Tingkatkan Mutu Produk, 40 IRTP Ikuti Bimtek Keamanan Pangan

Solok, (InfoPublikSolok) – Pemerintah Kota Solok perlu memberikan perhatian prioritas terhadap pengembangan, pembinaan dan pengawasan pada Industri Rumah Tangga Pangan (IRTP), baik dalam aspek manajemen usaha, peningkatan kompetensi SDM, peningkatan kapasitas produksi, keamanan dan mutu produk yang dihasilkan sampai dengan pemasaran/penetrasi pasar.

Industri Rumah Tangga Pangan memiliki peranan penting dalam sistem keamanan pangan di Indonesia. Lebih dari 200 penyakit dihantarkan melalui konsumsi pangan yang tidak aman. Salah satunya diare, diare merupakan penyakit yang paling banyak terjadi. Sekitar 10 juta hingga 22 juta kasus penyakit diare yang disebabkan pangan tercemar diperkirakan terjadi di Indonesia.

Berdasarkan hal tersebut, Dinas Kesehatan Kota Solok melalui seksi Farmalkes (Farmasi dan Alat Kesehatan) melakukan Bimtek Penyuluhan Keamanan Pangan kepada IRTP di Hotel Premier Solok, Senin (25/9).

Kegiatan ini merupakan pengendalian dan pengawasan serta tindak lanjut pengawasan sertifikat produksi pangan industri rumah tangga dan nomor PIRT sebagai izin produksi untuk produk makanan dan minuman.

Emil Reza Razali selaku Kabid PSDK membuka kegiatan bimtek dengan memberikan sambutan dan arahan yang didampingi oleh Sub Koordinator Farmalkes.

“Mengingat potensi ekonomi yang sangat strategis dan penting, serta potensi risiko produknya maka perlu diselaraskan dengan pertumbuhan IRTP yang sangat cepat sekaligus meningkatkan keamanan dan mutu produknya. Maka dari itu kita mengundang bapak dan ibu untuk mengikuti bimtek ini dengan maksimal. Tujuannya untuk dapat memberdayakan pengelola IRTP untuk menjamin pangan yang aman dan sehat di tengah masyarakat,” kata Emil.

Sosialiasi program keamanan pangan diarahkan oleh narasumber ahli dari Balai Pengawas Obat & Makanan (BPOM)  Padang, Nining Tridilla Swesty, S.Farm, Apt dan Aria Bogorianti.

Nining menjelaskan dalam materinya bahwa keamanan pangan merupakan kondisi dan upaya yang diperlukan untuk mencegah pangan dari cemaran biologis, kimia, dan fisik yang dapat mengganggu, merugikan, dan membahayakan kesehatan manusia, serta tidak bertentangan dengan agama, keyakinam & budaya masyarakat sehingga aman untuk dikonsumsi.

“Yang termasuk ke dalam bahaya biologis adalah bakteri patogen yang menyebabkan penyakit pada manusia yang terdapat pada pangan, penyakit yang ditimbulkan bisa sakit tifus yang mana bakteri pencemarannya yaitu Salmonella Typhi. Dimana sumber cemarannya adalah dari pangan mentah seperti daging dan telur yang tidak dimasak, dan juga pangan yang tidak dimasak sempurna seperti daging ayam,” tutur Nining.

“Dalam penggunaan bahan kimia seperti pemberian MSG sebenarnya dibolehkan saja, asalkan tidak berlebihan. Tidak ada larangan untuk penggunaan bahan kimia, asalkan sesuai dengan standar konsumsinya, tinggal kita saja sebagai konsumen yang harus cerdas dalam mengkonsumsi,” tambah Nining.

Aria Bogorianti selaku narasumber yang lain juga menjelaskan bagaimana mendesain dan menerapkan Cara Produksi Pangan yang Baik (CPPB-IRT) di Industri Rumah Tangga Pangan.

“CPPB-IRT merupakan fondasi dari penerapan jaminan keamanan pangan. CPPB-IRT juga merupakan pedoman yang menjelaskan bagaimana memproduksi pangan agar bermutu, aman, dan layak dikonsumsi,” jelas Aria.

Dari 40 orang peserta pengelola IRTP yang hadir diharapkan tersosialisasinya program keamanan pangan dan terberdayanya pengelola IRT dalam penyediaan pangan yang aman dan sehat. (ya)

Tags: ,
banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.