Tingkatkan Produksi Kakao, Dinas Pertanian Laksanakan Pelatihan

Tingkatkan Produksi Kakao, Dinas Pertanian Laksanakan Pelatihan

Solok, (InfoPublikSolok) – Salah satu komoditas perkebunan yang cukup menjanjikan untuk menambah pendapatan masyarakat adalah tanaman Kakao. Pada awalnya produksi tanaman ini cukup tinggi sehingga memberikan pendapatan yang cukup tinggi juga bagi masyarakat. Namun seiring waktu, terjadi penurunan produksi tanaman Kakao yang juga mengakibatkan turunnya minat masyarakat menanam tanaman ini, karena banyaknya serangan OPT Kakao yang dipengaruhi oleh teknis pemeliharaan yang tidak sesuai dengan yang dianjurkan.

Dalam rangka mengendalikan serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) dan meningkatkan produksi tanaman Kakao, Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumatera Barat melalui Dinas Pertanian Kota Solok membentuk Regu Pengendalian OPT Kakao (RPO) pada 10 April 2019 sekaligus melaksanakan pelatihan perdana dengan peserta  sebanyak 15 orang yang berasal dari perwakilan Kelompok Tani Keluarga Sepakat di Kecamatan Tanjung Harapan.

Pelatihan lanjutan dilaksanakan pada Rabu 14 Agustus 2019, dengan Narasumber Joni Akmal dari Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumatera Barat. Pelatihan ini dihadiri oleh Tim TPHP Provinsi Sumatera Barat, Kasi Tanaman Perkebunan, Rini Meiliza, Koordinator Penyuluh Pertanian Kecamatan Tanjung Harapan, Siska Nofita, KTU BPP Kecamatan Tanjung Harapan, Ramadanus dan Penyuluh Pertanian Wilayah Binaan Kelurahan Kampung Jawa, Alfian.

Joni Akmal menyampaikan bahwa kunci sukses dalam berkebun Kakao adalah penggunaan bibit unggul, mengatur jarak tanam, pemangkasan, pemupukan, pengendalian OPT serta melakukan panen yang terjadwal. Penggunaan bibit unggul ini akan mempengaruhi peningkatan produksi sekitar 20 % – 30 %. Jarak tanam yang dianjurkan adalah 3 m x 3 m, namun kebanyakan petani menanam kakao dengan jarak tanam kurang dari anjuran tersebut. Bahkan ada yang menanam tanaman kakao secara multicrop (bermacam tanaman) dengan jarak tanam tidak beraturan dan rapat sehingga terjadi persaingan dalam menadapatkan sumber makanan bagi  tanaman-tanaman tersebut.

Pemangkasan memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap keberhasilan perkebunan Kakao ini, pemangkasan mempengaruhi keberhasilan pengendalian OPT tanaman Kakao sebesar 60%. Untuk memperoleh hasil yang diinginkan perlu dilakukan pemupukan pada tanaman kakao. Namun kebanyakan petani tidak melakukan pemupukan terhadap tanaman ini. ” OPT yang sangat mempengaruhi produksi tanaman Kakao adalah Hellopeltis, PBK dan Busuk Buah “. ungkap Joni

Kasi Tanaman Perkebunan Dinas Pertanian Kota Solok berharap RPO ini dapat mengaplikasikan ilmu dan keterampilan yang diperoleh pada pelatihan ini, dan dapat diterapkan minimal di lahan mereka sendiri.

Joni juga menjelaskan tentang bagaimana cara peremajaan tanaman Kakao dengan sambung pucuk dan sambung samping. Setelah penyampaian materi oleh Narasumber, dilakukan praktek di lahan perkebunan yang berada di lokasi pos RPO tersebut yaitu di lahan milik Darmawan. (fa)

Tags: , , , ,