Tinjau Pemakaian Aplikasi e-Government, Diskominfo Lakukan Monitoring dan Evaluasi

Tinjau Pemakaian Aplikasi e-Government, Diskominfo Lakukan Monitoring dan Evaluasi

Solok, (InfoPublikSolok) – Keberadaan aplikasi menjadi sebuah keharusan di era perkembangan teknologi seperti sekarang. Tidak terkecuali di Pemerintahan, aplikasi yang dikenal dengan sebutan aplikasi e-government telah memberi kemudahan dalam berbagai urusan Pemerintahan, baik itu dalam pelaksanaan tugas teknis, administrasi, maupun dalam kegiatan kegiatan yang bersifat pelayanan masyarakat. Untuk itu keberadaan aplikasi e-government yang sudah ada di daerah perlu dimaksimalkan pemanfaatannya.

Berangkat dari hal tersebut, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Solok melakukan kegiatan monitoring dan evaluasi penggunaan aplikasi e-government dan website yang dibangun Dinas Kominfo sejak tahun 2017 s/d 2020 ke Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang ada di lingkungan Pemerintah Kota Solok. Monitoring dan Evaluasi aplikasi ini bertujuan untuk mendapatkan informasi terkait penggunaan aplikasi yang ada di masing-masing OPD, sekaligus memonitor kendala yang dihadapi dalam penggunaan aplikasi.

untuk saat ini, Jumlah aplikasi e-government yang digunakan Pemerintah Kota Solok berjumlah 43 aplikasi dan website yang tersebar di 25 OPD dan 4 bagian di Sekretariat Daerah Kota Solok

Monitoring dan evaluasi aplikasi e-government yang dilaksanakan pada 11  s/d 16 Oktober 2020 mendapatkan bahwa belum semua OPD optimal dalam pemanfaatan aplikasi e-government dan website pemerintah.

“Dari hasil monev ke Opd yang telah kita lakukan, kita mendapatkan belum semua OPD optimal dalam pemakaian aplikasi dan website, masih ada aplikasi dan website yang masih pasif,” sampai Adhesni Susanti Kasi Aplikasi Bidang Informatika dan Persandian Dinas Kominfo Kota Solok.

Keadaan ini disebabkan oleh beberapa permasalahan, yaitu sumber daya manusia yang semula ditugaskan sebagai admin atau operator aplikasi dan website juga disibukkan dengan tugas tugas lain. Hal ini membuat intensitas penggunaan aplikasi dan website menjadi berkurang.

“Selain itu ada operator dan amin yang sudah dilatih berpindah ke OPD lain, sedangkan tugasnya tidak dilanjutkan oleh pengelola yang baru, sehingga sering terjadi lupa password dan aplikasi tidak lagi diakses,” lanjut adhes

Permasalahan lain yang ada di OPD adalah akses jaringan tidak memadai, sehingga lambat dalam upload data untuk updating di aplikasi atau website. Sebagai ketua tim monitoring dan aplikasi e-government dan website, Adhesni berharap aplikasi yang ada di Pemerintah Kota Solok dapat dimanfaatkan secara optimal, dan terus di update.

” yang kita takutkan apabila aplikasi tidak dipakai dan tidak update, tentu kita tidak mengetahui keadaan aplikasi tersebut. Hal ini tentu sangat rentan terhadap ancaman kemanan atau peretasan,” tutup adhesni. (eg)

Tags: , , , , , , , ,