Tugu Latsitardanus XLIII Kota Solok Mulai Dibangun

Tugu Latsitardanus XLIII Kota Solok Mulai Dibangun

Solok, (Info Publik Solok) – Komandan Resimen Taruna Latihan (Danmentarlat) Latsitardanus XLIII tahun 2023, Kolonel Laut (P) Wahyu Cahyono melakukan pengecoran pertama pembangunan Tugu Latsitardanus XLIII di Simpang Lima Jalan Lingkar Utara, Kelurahan Laing, Kamis (25/5).

Turut hadir Komandan Yontarlat Kijang AKBP Supriyanto, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan PPA Kota Solok Delfianto, Kasi Humas Polres Solok Kota AKP Edy Yuhendra, SH dan anggota, Perwakilan Kodim 0309/Solok, serta para Taruna dan Praja peserta Latsitardanus.

Danmentarlat Latsitardanus XLIII Kolonel Laut Wahyu Cahyono menerangkan Tugu Latsitarda XLIII ini akan dibangun dengan bentuk 5 pilar yang melambangkan Pancasila, dengan ukuran tinggi kurang lebih 3, 5 meter.

“Adapun tujuan dilaksanakannya Latsitarda ini adalah untuk membangun integrasi antara taruna TNI, Praja dengan masyarakat, dengan melaksanakan berbagai sasaran kegiatan, baik fisik maupun non fisik, dengan jumlah peserta untuk Kota Solok sebanyak 306 orang yang terdiri dari Taruna Akademi TNI, Taruna Akademi Kepolisian (AKPOL), Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Taruna Politeknik Siber dan Sandi Negara (PSSN),” terang Kolonel Laut Wahyu Cahyono.

Untuk sasaran kegiata fisik dipaparkannya, meliputi pembangunan rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH), rumah ibadah, dan pengerasan jalan. Sementara untuk kegiatan non fisik, tambah Wahyu, dilaksanakan sosialisasi, penyuluhan, serta promosi sekolah kedinasan.

Terkait pembangunan tugu Latsitardanus, disebutkan Wahyu Cahyono, rencananya akan diresmikan pada tanggal 3 Juni oleh Komandan Jenderal Akademi TNI bersama pejabat lainnya, sebelum berakhirnya pelaksanaan seluruh rangkaian kegiatan yang sesuai jadwal akan ditutup pada tanggal 11 Juli mendatang.

“Tugu Latsitarda dibangun paling tidak untuk mengenang bahwa di Kota ini pernah dilaksanakan Latsitarda tahun 2023, dengan tujuan selain membangun integrasi antar Taruna, IPDN dan masyarakat, serta yang paling utama menjadi media yang monumental sebagai sarana sosialisasi dan promosi terhadap sekolah kedinasan,” pungkasnya. (*)

Tags: