UTD PMI Kota Solok Darurat Alat Pemisah Darah

UTD PMI Kota Solok Darurat Alat Pemisah Darah

Solok, (InfoPublikSolok) – Unit Transfusi Darah (UTD) Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Solok saat ini sangat membutuhkan alat pemisah darah yang berfungsi memisahkan whole blood (WB) menjadi trombosit, plasma, maupun packet red cell (PRC). Dengan tidak tidak bisa diperbaikinya lagi alat pemisah darah yang sudah rusak hampir satu tahun ini mengakibatkan darah dari para donor yang disumbangkan melalui PMI Kota Solok tak bisa dipilah.

“Karena tidak berfungsinya alat pemisah darah itu, praktis kami tidak mempunyai stok trombosit. Jadi biasanya kalau ada permintaan trombosit, kami rujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah Arosuka,” kata Yutris Can, Ketua PMI Kota Solok saat dijumpai di Markas PMI kota Solok, Selasa (7/9).

Sebagian besar alat-alat pengolahan darah merupakan bantuan dari Pemda Kota Solok dan Unit Transfusi Darah Pusat di Jakarta yang seiring berjalannya waktu beberapa diantara alat tersebut mulai tidak berfungsi dengan baik, bahkan mengalami kerusakan yang mengakibatkan terhentinya kegiatan pengolahan darah.

“Dengan rusaknya alat tersebut sangat berimbas pada kebutuhan darah masyarakat Kota Solok dan sekitarnya,” ungkap Ketua PMI Kota Solok.

Refrigerator Centrifuge berfungsi untuk membuat komponen darah yakni seperti Trombosit (TC), Fresh Frozen Plasma (FFP), Liquid Plasma (LP), AHF (Cryo), Buffy Coat,  yang sangat diperlukan khususnya untuk kasus-kasus emergency, seperti pada kasus pendarahan pada ibu melahirkan yang harus sesegera mungkin mendapatkan darah,

“Karena fungsi dari komponen darah (TC) tersebut adalah untuk menghambat pendarahan. Akibatnya pasien yang memerlukan transfusi komponen darah ini terpaksa kami rujuk ke UTD Padang atau UTD terdekat lainnya, sehingga pasien terpaksa membayar service cost  ke UTD lain karena tidak ada kerjasama BPJS dengan pelayanan darah di luar wilayah Kota Solok,” jelas Yutris Can.

“Tidak sedikit dari pasien BPJS yang akhirnya tidak jadi mendapatkan transfusi karena terkendala biaya, sehingga tidak mendapatkan penanganan dengan cepat. Ditambah selain untuk membayar Service Cost komponen darah, keluarga pasien juga memerlukan biaya lebih untuk akomodasi dan kesulitan dalam menyediakan donor pengganti yang harus dibawa ke daerah lain seperti Kota Padang, dan keluarga atau kerabat disana juga tidak ada untuk mendonorkan darahnya,” sambungnya.

Refrigerator Centrifuge juga berfungsi untuk memisahkan plasma dengan sel darah merah dalam pembuatan PRC darah segar, khusus untuk pasien bayi. Pasien tersebut terpaksa menunggu lebih kurang 1 hari untuk transfusi, karena UTD hanya memisahkan dengan cara pengendapan manual dan itu memakan waktu 1 hari paling cepat, sehingga bayi terlambat mendapatkan pelayanan darah.

Yutris Can pun berharap kebutuhan akan alat pemisah darah bisa segera terpenuhi tahun 2021 ini, agar UTD PMI Kota Solok tetap bisa berkontribusi dalam pelayanan darah masyarakat Kota Solok. Khususnya pelayanan komponen darah yang sangat dibutuhkan oleh pasien-pasien pendarahan, gizi buruk, anemia, kekurangan Albumin, dan penyakit berat lainnya.

Menanggapi persoalan ini, pimpinan dan anggota DPRD Kota Solok telah sepakat untuk mengatasi persoalan penting ini dan akan memperjuangkan dana hibah untuk pengadaan alat pemisah darah pengganti yang rusak.

“Dana hibah ini sangat mendesak, hal tersebut sangat berhubungan dengan nyawa masyarakat yang membutuhkan. Kami meminta kepada Pemerintah Daerah melalui Dinas Kesehatan untuk lebih memprioritaskan anggaran pengadaan pembagi darah tersebut,” tutur Hj. Nurnisma Ketua DPRD Kota Solok. (wh)

Tags: , , , , ,