Verifikasi Lapangan KLA 2022: Masa Depan Kota Solok adalah Anak-Anak

Verifikasi Lapangan KLA 2022: Masa Depan Kota Solok adalah Anak-Anak

Solok, (Info Publik Solok) – Pemerintah Kota Solok bersama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia melaksanakan Evaluasi Kabupaten/Kota Layak Anak Tahun 2022, Rabu (25/05) dan dilaksanakan secara hybrid.

Kegiatan kali ini merupakan tahap lanjutan yaitu Verifikasi Lapangan yang mana sebelumnya tahap Verifikasi Administrasi Evaluasi KLA Tahun 2022 telah berhasil dilaksanakan. VLH ini dilakukan secara virtual via zoom meeting mulai pukul 13.00 sampai pukul 17.00 WIB dan berlangsung di dua tempat yaitu EMR dan ruang rapat Walikota.

Pelaksanaan Verifikasi Lapangan Hybrid (VLH) Evaluasi Kota Layak Anak dari kota Solok dihadiri oleh Wakil Walikota Solok Dr. Ramadhani Kirana Putra, SE, MM, Kepala Bappeda sekaligus Ketua Gugus Tugas KLA, Dr. Desmon, M.Pd, Kepala Dinas PMPPA, Delfianto, S.Sos, Wakil Ketua TP PKK, Gugus Tugas Kota Layak Anak Kota Solok serta Forum Anak Kota Solok.

Kabupaten/ Kota Layak Anak (KLA) adalah kabupaten/ kota dengan sistem pembangunan yang menjamin pemenuhan hak anak dan perlindungan khusus anak yang dilakukan secara terencana, menyeluruh serta berkelanjutan.

“Melalui kegiatan evaluasi Verifikasi Lapangan Hybrid KLA ini dapat mewujudkan Kota Solok menuju OPP yang mandiri, yang akan menangani urusan perlindungan anak dimana dalam mewujudkan hal tersebut telah dilakukan upaya bersama pemerintahan kota Solok dengan dukungan DPRD yang telah mengeluarkan Peraturan Daerah No. 2 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Perlindungan Perempuan dan Anak,” sampai Wawako saat pembukaan.

“Dengan adanya evaluasi ini mudah-mudahan menjadi motivasi tersendiri bagi kami ketika mendapatkan penghargaan sebagai barometer kota layak anak yang ada di Kota Solok. Mari kita jaga anak-anak kita bersama-sama dalam mewujudkan Kota Layak Anak di Kota Solok, Kita lindungi dan ayomi bersama, ” harap Ramadhani.

Kemudian kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan program KLA oleh Ketua Gugus Tugas KLA Kota Solok, dalam hal ini disampaikan bahwa program KLA yang telah terlaksana di Kota Solok. Program ini bertujuan untuk pemenuhan hak-hak anak yang ada di kota Solok. “Masa depan kota Solok adalah anak-anak”.

“Setiap Kabupaten/ Kota dapat dikategorikan sebagai KLA apabila telah memenuhi hak dan melindungi anak, yang diukur dengan 24 indikator KLA,” jelas Desmon.

Diantaranya, tiga indikator penguatan lembaga yang terdiri dari Peraturan Daerah KLA, Terlembaga KLA, dan keterlibatan masyarakat, dunia usaha dan media serta 21 indikator yang tersebar pada 5 kluster substantif Konvensi Hak Anak, yang meliputi; hak sipil dan kebebasan, lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif, kesehatan dasar dan kesejahteraan, pendidikan, pemanfaatan waktu luang dan kegiatan budaya, dan perlindungan khusus.

Setelah penyampaian program KLA oleh Ketua gugus tugas KLA dilanjutkan dengan proses Verifikasi Lapangan oleh Tim Evaluasi KLA 2021.

Dengan terselenggaranya kegiatan verifikasi lapangan hybrid ini dapat memberikan manfaaat yang besar untuk memastikan hak-hak anak terpenuhi di Kota Solok, serta menjadi acuan dalam membangun komitmen bagi para pengambil kebijakan, sehingga program dan kebijakan tersebut bisa mengintervensi untuk pencapaian Kota Layak Anak di Kota Solok.

Kita semua berharap semoga Verifikasi Lapangan Hybrid Evaluasi Kota Layak Anak ini dapat membuahkan hasil yang terbaik dengan perolehan yang sangat signifikan dan tentu ada peningkatan dari tahun-tahun sebelumnya. Output kegiatan ini dapat berdampak besar bagi kepentingan anak-anak Indonesia khususnya anak-anak di Kota Solok. (dd)

Tags: , , , ,