Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Remaja Masjid se-Kota Solok

Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Remaja Masjid se-Kota Solok

Solok, (InfoPublikSolok) – Wakil Walikota Solok Reinier membuka Pelatihan manajemen dan Kepemimpinan remaja Masjid se-Kota Solok Tahun 2018, di Auditorium Mifan Waterpark Padang Panjang, Rabu malam (18/7) yang dihadiri Asisten III Setda Kota Solok Drs. Muhammad, M.Si, Pimpinan OPD, Kabag Kesra Heppy Dharmawan, SS. Msi, Pimpinan CV. QTC Diki Asnur, Ketua GOW Kota Solok Ny. Elfia Reinier dan undangan lainnya.

Nara sumber dari CV. Qualified Training Centre (QTC) Padang Panjang, BKPRMI Kota Solok dan Lembaga Tahfiz Minangkabau Foundation. Materi pelatihan antara lain Motivasi Remaja Masjid, Peran Remaja Masjid, Program Kerja Remaja Masjid, Peran Remaja Masjid dalam mencapai Kota Solok Kota Serambi Medinah, Belajar Pidato, Kepemimpinan Islam dan Manajemen Organisasi.

Ketua Pelaksana Heppy Dharmawan, SS. Msi laporannya mengatakan kegiatan ini diikuti 110 orang Remaja Masjid dari 54 buah Masjid yang ada di Kota Solok, berlangsung selama 4 hari (18 s/d 21 Juli 2018) di Arena Mifan Water Park Padang Panjang. Maksud dan tujuan dari kegiatan pelatihan ini untuk memberikan pencerahan keilmuan dan wawasan bagi generasi muda Islam, disamping meningkatkan kapabilitas dan integritas Remaja Masjid dalam menjalankan peran dan fungsi organisasi remaja masjid.

Wakil Walikota Solok Reinier dalam sambutannya mengatakan, kegiatan ini mengandung arti yang sangat penting untuk mengisi kepribadian remaja dalam hidup dan kehidupan sehari-hari, Sehingga dapat memberikan bimbingan dan arahan kepada generasi muda Islam Kota Solok, khususnya bagi remaja Masjid yang  perlu mendapat perhatian dan bimbingan untuk menentukan arah dan tujuan masa depannya.

Makanya kata Reinier peran Remaja Masjid saat ini sangat dibutuhkan, setiap kegiatan Masjid sudah seharusnya didukung para remaja Masjid melalui manajemen Remaja Masjid. Untuk itu kepengurusan atau manajemen Remaja Masjid harus terstruktur, agar terkoordinir secara baik dan terarah guna lebih bisa beraktifitas. “Tanpa terkoordinir secara baik kegiatan remaja masjid tidak akan dapat berjalan baik dan mencapai tujuan seperti program Masjid, terutama sektor keislaman bagi generasi muda” Tutur Reiner.

Lebih lanjut, Reinier mengingatkan pengaruh negatif di era globalisasi ini sangat beragam dan begitu berpotensi merusak mental dan akhlak generasi muda. Oleh karena itu, generasi muda harus senantiasa meningkatkan ibadah di Masjid serta disibukkan oleh berbagai kegiatan keislaman di Masjid, sehingga segala dampak negatif dan perilaku melenceng dari ajaran Islam seperti Narkoba, Pergaulan Bebas, Tawuran dan lain-lain akan dapat dihindari.

Program Masjid yang bersih, indah dan asri agar terus dilaksanakan dan ditata. Dengan pelaksanaan program-program kepemudaan yang telah disusun nantinya mampu membangkitkan semangat para generasi muda lainnya untuk menjadikan masjid sebagai pusat pembinaan generasi muda Islam.

“Aktivitas Masjid yang ideal memang harus ditopang dengan peran remaja Masjid yang handal dan memiliki integritas dan kapabilitas, demi terwujudnya berbagai program kegiatan dengan struktur yang sesuai dengan tingkat kebutuhan,” tutup Reinier.

Sejalan dengan upaya dalam membangun Kota Solok menjadi Kota Beras Serambi Madinah, Pemerintah Daerah tak henti-hentinya berupaya meningkatkan kualitas dan kuantitas pendidikan agama dengan melakukan berbagai program keagamaan yang menyentuh semua lapisan masyarakat, termasuk kegiatan pelatihan bagi remaja Masjid saat ini. (dn)

Tags: , , , , , , , , , ,