Wawako dan Forkopimda Tinjau Stok Minyak Goreng di Pasar Raya Solok

Wawako dan Forkopimda Tinjau Stok Minyak Goreng di Pasar Raya Solok

Solok, (InfoPublikSolok) – Guna memastikan ketersediaan minyak goreng di Kota Solok, Wakil Walikota (Wawako) Solok, Ramadhani Kirana Putra bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Solok meninjau langsung ke Pasar Raya Solok dan kawasan Simpang Rumbio, Selasa (15/3).

Peninjauan yang dilakukan merupakan respon cepat yang dilakukan Wakil Walikota Solok terhadap keluhan warga mengenai kelangkaan minyak goreng di beberapa lokasi di Kota Solok.

Wawako didampingi Kapolres Solok Kota AKBP Ferry Suwandi dan Dandim 0309/Solok Letkol Arm Hendrik Setiawan, langsung turun ke sejumlah titik di Pasar Raya Solok dan menyambangi distributor gudang penyimpanan minyak goreng di Simpang Rumbio.

Dari hasil pantauan dan dialognya dengan para distributor, Dhani menyampaikan bahwa stok minyak goreng di Kota Solok aman.

“Saya mengimbau kepada masyarakat Kota Solok, untuk tetap tenang dan jangan panik akan informasi kelangkaan minyak goreng, beli secukupnya saja dan jangan karena merasa langka, lalu belanja berlebihan,” ucapnya.

Dijelaskan Wawako, peninjauan stok ini guna melihat realisasi kebijakan satu harga terhadap minyak goreng, sekaligus memantau ketersediaan minyak goreng bersubsidi.

Langkah ini dilakukan dalam menjaga stabilitas harga minyak goreng serta memastikan keberadaan minyak goreng di pasar tradisional dan ritel moderen aman.

“Hal ini kita lakukan sebagai upaya menjaga stabilitas harga minyak goreng. Selain itu, masyarakat juga tidak perlu khawatir karena saat ini seluruh harga minyak goreng sudah satu harga yang ditetapkan pemerintah,” ujarnya.

Wawako juga mengimbau masyarakat supaya tidak melakukan penimbunan minyak goreng di tengah isu kelangkaan yang terjadi. “Kita harap masyarakat tidak usah menimbun minyak goreng atau membeli secara berlebihan,” harapnya.

Bukan hanya di Kota Solok, diketahui sidak ke pasar memang sedang gencar dilakukan oleh pemerintah. Tujuannya untuk menghindari agar oknum yang kerap meraup keuntungan pribadi tidak menaikan harga bahan pokok secara berlebihan di tengah kelangkaan. Terlebih lagi menjelang Bulan Suci Ramadhan, tentu harapannya sebelum bulan puasa harga bahan-bahan pokok kembali normal. (dd)

Tags: , , ,