Wawako Serahkan Remisi di Lapas Laing

Wawako Serahkan Remisi di Lapas Laing
Solok, (InfoPublikSolok) –  Wakil Wali Kota Solok, Reinier secara Simbolis menyerahkan Surat Keputusan Pemberian Remisi Umum, kepada Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas II B Laing, Sabtu (17/8). Turut hadir, Sekretaris Daerah Kota Solok, Rusdianto, Anggota DPRD Kota Solok, Kepala Lapas Kelas II B Laing Kota Solok, Karto Rahardjo, dan Kepala OPD.
Dalam laporannya, Karto Rahardjo menyampaikan, jumlah penghuni lapas saat ini sebanyak 432 orang, terdiri dari tahanan 88 orang, dan Narapidana sebanyak 344 orang. Pada tahun ini, Lapas Kelas II B Laing mengusulkan sebanyak 265 orang untuk mendapatkan Remisi Umum. “Alhamdulillah, dari hasil yang dikirim Kementerian Hukum dan HAM RI, sebanyak 265 orang tersebut mendapatkan Remisi,” tuturnya.
Lebih lanjut, Karto Rahardjo mengatakan Lapas Kelas II B Laing telah dilengkapi dengan CCTV yang berhasil mempermudah pengawasan kepada WBP, dalam melakukan pembinaan kepribadian yakni salat berjamaah, baca alquran, penyuluhan agama, serta melakukan pembinaan kemandirian seperti pelatihan dan pengembangan ekonomi kreatif. Ucapan terimakasih kepada Pemerintah Kota dan Kabupaten Solok atas perhatian yang sangat besar kepada Lapas. “Semoga kerjasama dan dukungan yang diberikan selama ini akan terus berjalan baik untuk kedepannya,” tuturnya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Solok, Reinier dalam amanatnya membacakan sambutan Menteri Hukum dan HAM RI, mengatakan bahwa Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 merupakan titik atau tahapan tertinggi dari sejarah perjuangan bangsa Indonesia, Proklamasi Kemerdekaan merupakan sebuah pernyataan bahwa bangsa Indonesia telah berhasil melepaskan diri dari belenggu penjajahan, Indonesia telah berdaulat penuh, Indonesia telah bebas dan merdeka, sekaligus membangun negaranya sendiri, yaitu NKRI. Perjuangan meraih kemerdekaan sampai pada titik puncak penghabisan darah merupakan keridhoan, berkat dan rahmat Allah Yang Maha Kuasa.
Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2012 dan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 174 Tahun 1999 tentang Remisi; Warga Binaan Pemasyarakatan akan diberikan Remisi (pengurangan pidana). Remisi diberikan bagi Narapidana dan Anak yang untuk sementara harus menjalani pidana di Lembaga Pemasyarakatan atau Lembaga Pembinaan Khusus Anak maupun Rumah Tahanan Negara.
Pemberian Remisi seharusnya tidak hanya dimaknai sebagai pemberian hak Warga Binaan Pemasyarakatan, tetapi lebih dari itu Remisi merupakan apresiasi Negara terhadap WBP yang telah berhasil menunjukan perubahan perilaku, memperbaiki kualitas dan meningkatkan kompetensi diri dengan mengembangkan keterampilan untuk dapat hidup mandiri serta menumbuhkan dan mengembangkan usahanya dalam rangka membangun Perekonomian Nasional.
Pada kesempatan ini saya sampaikan bahwa kondisi Lapas / Rutan mendapat perhatian serius dari Pemerintah. Kondisi Lapas / Rutan yang kelebihan penghuni di atas 100% saat ini menjadi sumber segala permasalahan, bahkan terkadang menjadi alasan “pembenar” terhadap terjadinya penyimpangan-penyimpangan di Lapas / Rutan.
Warga Binaan Pemasyarakatan di Lapas / Rutan saat ini adalah sumber daya manusia yang masih terabaikan. Kelebihan isi penghuni menunjukan bahwa Lapas / Rutan sebenarnya memiliki aset dan potensi yang luar biasa untuk mendukung berjalannya kegiatan yang bersifat massal. Salah satu potensi yang dapat digali adalah industri kreatif yang terkait dengan kebudayaan dan kearifan lokal yang tersebar di seluruh provinsi di Indonesia. Modal kebudayaan dan kearifan lokal tersebut dapat menjadi sumber kekuatan industri kreatif yang tidak dimiliki oleh bangsa lain.
Maka dari itu kita harus membangun awareness (kesadaran diri), agar kita tidak selalu menjadi bulan-bulanan bagi masyarakat. Langkah-langkah dan upaya pembenahan melalui program Revitalisasi Penyelenggaraan Pemasyarakatan harus terus dilakukan..
“Kepada seluruh Warga Binaan Pemasyarakatan yang pada hari ini mendapatkan remisi, khususnya yang bebas hari ini, saya mengucapkan selamat dan mengingatkan agar tetap berupaya meningkatkan keimanan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, sebagai landasan saudara dalam menjalani kembali kehidupan di tengah-tengah keluarga dan sebagai anggota masyarakat. Jadilah insan yang taat hukum, insan yang taat hukum, insan yang berakhlak dan berbusi luhur, serta insan yang mempunyai makna dan berguna dalam hidup dan kehidupan,” pungkas Reinier. (dn)
Tags: , , ,