Wujudkan Hak dan Kesehatan Reproduksi, Dinkes Adakan Pertemuan GSI

Wujudkan Hak dan Kesehatan Reproduksi, Dinkes Adakan Pertemuan GSI

Solok,(InfoPublikSolok) – Dalam rangka menekan angka kematian ibu dan bayi, Dinkes adakan pertemuan gerakan sayang ibu (GSI), Senin (15/11/21) yang berlangsung di aula Dinas Kesehatan Kota Solok. Acara ini dihadiri oleh Kabid P2 dan Kesmas dr. Sri Yulianti,MARS, Kasi Kesehatan Keluarga dan Gizi Masyarakat, Ns. Aprinur Azwira, S.Kep. Kegiatan kali ini menghadirkan peserta yang mengikuti acara ini berasal dari PKK Kecamatan se-Kota Solok  dan  PKK Kelurahan se-Kota Solok.

Dalam sambutannya Sri Yulianti mengatakan, “Gerakan Sayang Ibu ( GSI ) adalah gerakan bersama antara Pemerintah dan masyarakat untuk menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) serta Angka Kematian Bayi (AKB). Gerakan Sayang Ibu (GSI) merupakan upaya untuk mewujudkan Hak dan Kesehatan Reproduksi serta untuk mendorong upaya untuk menurunkan angka kematian ibu hamil, melahirkan, nifas dan bayi melalui peningkatan kesadaran dan tanggung jawab semua pihak dalam bentuk Gerakan masyarakat bersama pemerintah,” jelas Kabid.

Angka Kematian Ibu (AKI) karena kehamilan, persalinan dan nifas di Indonesia masih tinggi dan Angka kematian Bayi ( AKB ) merupakan hasil dari upaya-upaya pembangunan di semua bidang. Menurut pengalaman negara yang pernah mengalami krisis ekonomi seperti Indonesia, menunjukkan bahwa semakin rendah pendapatan perkapita masyarakat semakin tinggi angka kematian bayinya. Angka kematian neonatal dan bayi dipengaruhi pula oleh pemberian Air Susu Ibu ( ASI ) ekslusif, selain faktor infeksi.

Meningkatnya kualitas SDM Indonesia juga sangat terkait dengan program Keluarga Berencana (KB). AKI juga dapat diturunkan dengan menghormati hak-hak reproduksi sebagai upaya integral meningkatkan kualitas keluarga. Angka Kematian Ibu Hamil dan nifas yang tinggi menceminkan belum  berhasilnya kita mencapai kemajuan kualitas perempuan seperti yang kita harapkan. Untuk mempercepat turunnya angka kematian ibu dengan mempromosikan enam dasar yang saling melengkapi, yaitu  Kemitraan jender yang harmonis, Pemberdayaan perempuan perempuan, ibu hamil, keluarga dan masyarakat, Program keluarga berencana yang berkualitas, Perawatan dasar untuk ibu yang dapat dijangkau, Sistim pendataan ibu hamil dan rujukan yang berbasis masyarakat, Pelayanan kebidanan mendasar yang tersedia dan terjangkau

“Pelaksanaan GSI membutuhkan upaya-upaya dari berbagai sektor  baik lintas profesi kesehatan, pemerintah, swasta dan masyarakat . Untuk meningkat kan keefektifan dan menjamin koordinasi kegiatan, dana dan sumber daya manusia, strategi intervensi dirancang dengan hati-hati dan harus memenuhi lima prinsip dasar, diantaranya Pendekatan lintas sektoral dan multi disiplin ilmu (IBI, PPNI, IDI, POGI, IDAI, Persagi, dll),  Intervensi yang integratif dan sinergis, Partisipasi dan tanggung jawab dari pihak laki-laki (suami), keluarga (orang tua) dan masyarakat luas, Sistim pemantauan yang terus menerus, Koordinasi yang efektif oleh pemerintah daerah wilayah dengan masyarakat,” pungkasnya (es)

Tags: , , , ,