Dari Rumah Sehat hingga Pekarangan Produktif, TP-PKK Kota Solok Perkuat Kemandirian Keluarga
Solok, InfoPublikSolok - Kelompok Kerja (Pokja) III Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kota Solok menggelar kegiatan Retahta Berseri (Revitalisasi Rumah dan Tata Laksana Rumah Tangga Bersih, Sehat, Rapi, dan Inovatif) dan Aku Hatinya (Amalkan dan Kukuhkan Halaman Asri, Teratur, Indah, dan Nyaman) PKK di Aula Kantor TP-PKK Kota Solok, Jumat (9/10). Kegiatan ini bertujuan memperkuat pemahaman kader dalam pengelolaan rumah tangga dan pemanfaatan pekarangan guna mendukung ketahanan serta kemandirian keluarga.
Acara tersebut diikuti Ketua Bidang III beserta pengurus Pokja III TP-PKK Kota Solok, serta Ketua dan Sekretaris Pokja III TP-PKK tingkat kecamatan dan kelurahan.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Ketua TP-PKK Kota Solok yang diwakili Ketua Bidang III, Asnimar. Dalam arahannya, ia menjelaskan bahwa Retahta Berseri dan Aku Hatinya PKK merupakan dua program yang saling mendukung dalam menciptakan lingkungan rumah tangga yang sehat sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan pekarangan.
“Melalui kedua program ini, kita ingin mendorong keluarga agar mampu menciptakan lingkungan rumah yang bersih, sehat, dan tertata, sekaligus memanfaatkan pekarangan secara optimal. Keduanya perlu diterapkan secara beriringan agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh keluarga,” ujar Asnimar.
Ia menjelaskan, Retahta Berseri menekankan pentingnya penataan rumah dan tata laksana rumah tangga yang bersih, sehat, rapi, serta inovatif. Menurutnya, rumah bukan sekadar tempat tinggal, tetapi juga menjadi lingkungan pertama dalam membentuk karakter dan kebiasaan positif anggota keluarga.
Sementara itu, Aku Hatinya PKK mendorong keluarga untuk menata dan memanfaatkan pekarangan agar lebih asri, teratur, indah, dan nyaman. Pemanfaatan pekarangan melalui penanaman tanaman pangan dan tanaman unggulan daerah diharapkan dapat mendukung kemandirian keluarga.
Asnimar berharap, melalui kegiatan ini, para kader dapat meningkatkan pemahaman sekaligus mengembangkan inovasi dalam penerapan kedua program tersebut di lingkungan masing-masing.
“Harapan kita, para kader tidak hanya memahami materi yang disampaikan, tetapi juga mampu mempraktikkannya di tengah masyarakat. Dengan demikian, kader PKK dapat menjadi penggerak dalam mewujudkan keluarga yang mandiri, sehat, dan memiliki ketahanan yang kuat,” pungkasnya.


















