Dinkes Bekali Tenaga Kesehatan Penanganan ODGJ Secara Komprehensif

Dinkes Bekali Tenaga Kesehatan Penanganan ODGJ Secara Komprehensif

Solok, InfoPublikSolok — Dinas Kesehatan Kota Solok menggelar bimbingan teknis (bimtek) terkait pertemuan dan tatalaksana Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) serta penanganan masalah kesehatan jiwa di Aula Puskesmas Nan Balimo, Kamis (16/4).

Kegiatan ini diikuti oleh petugas kesehatan penanggung jawab program kesehatan jiwa (keswa) dan Napza, penanggung jawab UKS atau remaja, serta petugas Puskesmas Pembantu (Pustu) se-Kota Solok.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), dr. Hiddayaturrahmi, M.Kes, dalam sambutannya menegaskan bahwa kesehatan jiwa merupakan bagian integral dari kesehatan secara menyeluruh. Ia menyebut, permasalahan kesehatan jiwa masih menjadi tantangan, baik dari sisi penanganan maupun stigma di masyarakat.

“Peran tenaga kesehatan sangat penting dalam memberikan pelayanan yang tepat, cepat, dan manusiawi kepada masyarakat,” ujarnya.

Ia berharap melalui kegiatan bimtek ini, peserta dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam menangani kasus ODGJ di lapangan secara lebih komprehensif, tidak hanya dari sisi medis, tetapi juga melalui pendekatan sosial dan psikologis.

“Penanganan yang dilakukan harus menyeluruh agar hasilnya lebih optimal,” tambahnya.

Bimtek ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat layanan kesehatan jiwa, khususnya dalam aspek deteksi dini, penanganan, hingga rujukan kasus. Peserta juga mendapatkan materi terkait pendekatan komprehensif dalam penanganan ODGJ, termasuk kolaborasi lintas sektor.

Pada kesempatan tersebut, Ketua Ikatan Psikolog Klinis Wilayah Sumatera Barat, Ema Krisnawati, M.Psi., Psikolog, menyampaikan materi mengenai peran tenaga kesehatan dalam pertolongan pertama pada luka psikologis (P3LP) atau first aider.

Menurut Ema, P3LP bukanlah terapi mendalam, melainkan kemampuan dasar petugas kesehatan untuk hadir, mendengarkan secara empatik, dan memberikan rasa aman bagi individu yang mengalami tekanan psikologis.

“Melalui pendekatan ini, petugas kesehatan diharapkan mampu mengenali tanda-tanda distress psikologis sejak dini, sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya komunikasi yang baik, sikap tidak menghakimi, serta kemampuan membangun kepercayaan dengan pasien dalam proses penanganan.


Komentar

Tinggalkan komentar