Wali Kota Solok Tinjau Hasil Revitalisasi SDN 20 Sinapa Piliang

Wali Kota Solok Tinjau Hasil Revitalisasi SDN 20 Sinapa Piliang

Solok, InfoPublikSolok - Pemerintah terus mendorong peningkatan kualitas pendidikan melalui penyediaan sarana dan prasarana sekolah yang layak, aman, dan nyaman. Di Kota Solok, upaya tersebut diwujudkan melalui program revitalisasi SD Negeri 20 Sinapa Piliang dengan total nilai bantuan mencapai Rp1.036.173.933.

Hasil revitalisasi tersebut ditinjau langsung oleh Wali Kota Solok, Dr. H. Ramadhani Kirana Putra, SE, MM, dalam kegiatan Open House Sekolah Hasil Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2026 di SD Negeri 20 Sinapa Piliang, Kota Solok, Kamis (15/10/2026).

Kegiatan ini menjadi momentum untuk melihat hasil perbaikan sarana dan prasarana pendidikan sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan pelayanan pendidikan, khususnya bagi sekolah yang terdampak bencana.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan BBPMP Sumatera Barat yang diwakili Kepala Balai Bahasa Provinsi Sumatera Barat, Rahmat, S.Ag., M.Hum, Ketua LKAAM selaku tokoh masyarakat, komite sekolah, Lurah; pengawas sekolah, kepala sekolah penerima program revitalisasi, serta Tim Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP).

Dalam sambutannya, Wali Kota Solok menegaskan bahwa peningkatan kualitas pendidikan tidak hanya bergantung pada proses pembelajaran, tetapi juga didukung oleh ketersediaan fasilitas sekolah yang memadai. Sarana dan prasarana yang layak, aman, dan nyaman menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif bagi peserta didik.

Menurutnya, program revitalisasi sekolah merupakan langkah strategis untuk memulihkan sekaligus meningkatkan kualitas fasilitas pendidikan, terutama bagi sekolah yang terdampak bencana. Pemerintah Kota Solok berharap fasilitas yang telah diperbaiki dapat dimanfaatkan secara optimal untuk menunjang kegiatan belajar mengajar serta meningkatkan semangat siswa dalam menuntut ilmu.

Wali Kota juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, pihak sekolah, tenaga pendidik, komite sekolah, dan masyarakat dalam menjaga serta merawat fasilitas pendidikan yang telah dibangun. Melalui dukungan bersama, lingkungan sekolah diharapkan semakin kondusif dalam membentuk generasi yang berkarakter, berprestasi, dan berdaya saing.

Sementara itu, Kepala Balai Bahasa Provinsi Sumatera Barat, Rahmat, S.Ag., M.Hum., menyoroti pentingnya penguatan literasi dan kemampuan berbahasa sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan. Menurutnya, kemampuan literasi menjadi fondasi bagi peserta didik untuk mengembangkan pengetahuan, berpikir kritis, serta berkomunikasi dengan baik.

Penguatan literasi di lingkungan sekolah juga diharapkan berjalan beriringan dengan pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran. Dengan demikian, peningkatan kualitas fasilitas dan digitalisasi pendidikan dapat diikuti dengan penguatan kemampuan dasar siswa, termasuk membaca, memahami informasi, serta menggunakan bahasa secara baik dan benar.

Berdasarkan laporan pelaksanaan program, SD Negeri 20 Sinapa Piliang menerima bantuan revitalisasi senilai Rp1.036.173.933. Pekerjaan yang dilaksanakan meliputi rehabilitasi delapan ruang kelas, ruang administrasi, ruang Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), toilet, serta penataan lingkungan sekolah.

Selain rehabilitasi bangunan, program tersebut mencakup pengadaan perabot untuk ruang kelas, perpustakaan, laboratorium komputer, ruang administrasi, dan UKS. Pengadaan ini ditujukan untuk menunjang kegiatan pembelajaran serta meningkatkan kualitas pelayanan sekolah.

Pelaksanaan program revitalisasi mengacu pada Perjanjian Kerja Sama tertanggal 23 Januari 2026 antara Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia selaku pemberi bantuan dan SD Negeri 20 Sinapa Piliang sebagai penerima bantuan. Pekerjaan revitalisasi dilaksanakan melalui Tim Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP).

Melalui kegiatan open house ini, hasil revitalisasi diharapkan memberikan manfaat berkelanjutan bagi seluruh warga sekolah. Kolaborasi antara pemerintah, tenaga pendidik, masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan fasilitas yang telah dibangun sekaligus mendukung peningkatan mutu pendidikan di Kota Solok.


Komentar

Tinggalkan komentar