Perkuat Mutu Pendidikan, Pemko Solok Gembleng 100 Guru melalui Program ITF 2026

Perkuat Mutu Pendidikan, Pemko Solok Gembleng 100 Guru melalui Program ITF 2026

Solok, InfoPublikSolok - Pemerintah Kota Solok memperkuat kualitas pendidikan melalui Program Indonesia Teaching Fellowship (ITF) Tahun 2026 yang diikuti 100 guru SD dan SMP. Program kolaborasi Pemko Solok melalui Dinas Pendidikan dengan Yayasan Ruangguru ini dilaksanakan melalui pendampingan intensif selama tiga bulan untuk meningkatkan kompetensi guru dan kualitas pembelajaran, khususnya di bidang literasi dan numerasi.

Program tersebut diawali dengan kegiatan Onboarding Indonesia Teaching Fellowship Kota Solok Tahun 2026 yang dilaksanakan pada Jumat (16/10) di SMPN 2 Kota Solok. Kegiatan ini dihadiri Wakil Wali Kota Solok Suryadi Nurdal, Kepala Dinas Pendidikan Kota Solok Lusya Adelina, perwakilan Ruangguru Ismail, kepala satuan pendidikan jenjang SD dan SMP, narasumber, mentor, pendamping program, serta seluruh guru peserta.

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Solok Suryadi Nurdal menegaskan bahwa guru memiliki peran strategis dalam membangun sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing. Karena itu, peningkatan kompetensi pendidik menjadi salah satu langkah penting dalam mendorong kemajuan pendidikan di Kota Solok.

“Guru memiliki peran strategis dalam menentukan kualitas pendidikan. Karena itu, peningkatan kompetensi guru harus menjadi perhatian bersama agar proses pembelajaran semakin berkualitas, efektif, dan mampu menjawab kebutuhan peserta didik. Kami berharap melalui Program Indonesia Teaching Fellowship ini, para guru dapat meningkatkan kapasitas diri dan menerapkan metode pembelajaran yang lebih baik di sekolah masing-masing,” ujar Suryadi.

Ia menambahkan, peningkatan kualitas pendidikan sejalan dengan visi pembangunan Kota Solok, “Penguatan Pondasi Transformasi Menuju Solok Kota Madani.” Menurutnya, penguatan kompetensi guru dan kualitas pembelajaran merupakan investasi penting dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan masa depan.

Program ITF 2026 diikuti 100 guru terpilih dari 204 pendaftar. Peserta terdiri atas 50 guru SD dan 50 guru SMP, dengan rincian 57 guru Matematika dan 43 guru Bahasa Indonesia. Pelaksanaan program didanai melalui APBD Kota Solok Tahun Anggaran 2026 sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan mutu pendidikan.

Suryadi juga menekankan pentingnya penguatan literasi dan numerasi sebagai fondasi keberhasilan belajar siswa, sekaligus sebagai bagian dari persiapan menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA) Tahun 2027.

“Penguatan literasi dan numerasi merupakan fondasi penting bagi keberhasilan belajar siswa. Kami berharap program ini dapat membantu guru menghadirkan pembelajaran yang lebih bermakna sehingga kemampuan siswa semakin meningkat dan mereka lebih siap menghadapi Tes Kemampuan Akademik pada 2027 mendatang,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Solok Lusya Adelina menekankan pentingnya keseriusan, kedisiplinan, dan komitmen seluruh peserta dalam mengikuti rangkaian pendampingan selama tiga bulan. Kesempatan mengikuti program ini diharapkan dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan kapasitas diri dan memperbaiki praktik pembelajaran di sekolah.

“Seluruh peserta diharapkan mengikuti setiap tahapan pendampingan dengan serius dan disiplin, aktif dalam kegiatan, serta menyelesaikan seluruh penugasan yang diberikan. Hal terpenting bukan hanya memahami materi yang disampaikan, tetapi juga mampu menerapkannya dalam proses pembelajaran di kelas agar manfaat program ini benar-benar dirasakan oleh peserta didik,” tegas Lusya.

Ia juga berharap para guru dapat menjadi penggerak peningkatan kualitas pembelajaran di satuan pendidikan masing-masing, terutama dalam mengembangkan kemampuan literasi dan numerasi siswa. Untuk itu, hasil pendampingan perlu ditindaklanjuti melalui penerapan metode pembelajaran yang efektif dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.

Dinas Pendidikan Kota Solok bersama Yayasan Ruangguru akan mendukung pelaksanaan program melalui koordinasi, pendampingan, pemantauan, dan evaluasi secara berkelanjutan agar kegiatan berjalan optimal dan memberikan dampak nyata.

Melalui Program ITF 2026, peningkatan kompetensi guru diharapkan tidak berhenti pada penguasaan pengetahuan dan keterampilan, tetapi berlanjut pada perubahan praktik pembelajaran di kelas. Dengan demikian, kualitas pembelajaran serta kemampuan literasi dan numerasi peserta didik dapat terus meningkat sebagai bagian dari upaya mewujudkan pendidikan berkualitas menuju Solok Kota Madani.


Komentar

Tinggalkan komentar