Batik Prada Jadi Peluang Baru UMKM Kreatif di Kota Solok
Solok, InfoPublikSolok — Pemerintah Kota Solok melalui Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM terus mendorong pengembangan ekonomi kreatif daerah dengan menyelenggarakan Pelatihan Teknik Batik Prada bagi pelaku usaha kriya dan fashion lokal. Kegiatan tersebut berlangsung selama empat hari, mulai 21 hingga 24 April 2026, di Rumah Batik Tarancak Mimi Batik, Banda Balantai, Kelurahan Kampung Jawa, Kota Solok.
Pelatihan dibuka langsung oleh Wali Kota Solok, Ramdhani Kirana Putra, didampingi Ketua Dekranasda Kota Solok, Dona Ramadhani, Selasa (21/6). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan keterampilan sekaligus daya saing pelaku UMKM di sektor industri kreatif berbasis budaya lokal.
Sebanyak 10 peserta yang merupakan perajin batik dan pelaku usaha kreatif mengikuti pelatihan tersebut. Para peserta mendapatkan pendampingan langsung dari instruktur asal Yogyakarta, Endang, yang telah berpengalaman dalam pengembangan teknik Batik Prada, yakni teknik batik dengan ciri khas sentuhan warna emas yang elegan dan bernilai ekonomi tinggi.
Selama pelatihan, peserta memperoleh materi mulai dari pengenalan dasar batik, teknik pewarnaan, hingga praktik langsung pembuatan Batik Prada. Antusiasme peserta terlihat tinggi, terutama saat sesi praktik yang memberikan pengalaman langsung dalam menghasilkan produk batik berkualitas dan bernilai jual.
Wali Kota Solok, Ramdhani Kirana Putra, menyampaikan bberharap Batik Prada dapat berkembang menjadi salah satu produk unggulan yang tidak hanya memperkuat sektor UMKM, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Melalui pelatihan ini, kami ingin mendorong para pelaku usaha dan perajin batik untuk terus berinovasi menghasilkan produk berkualitas yang memiliki nilai tambah ekonomi sekaligus memperkuat identitas budaya daerah,” ujarnya.
Selain keterampilan teknis, peserta juga mendapatkan wawasan mengenai pengemasan produk, strategi pemasaran, hingga peluang pengembangan usaha berbasis budaya lokal agar produk yang dihasilkan memiliki daya tarik pasar yang lebih kuat.





















