Dekranasda Kota Solok Perkuat Kualitas, Branding dan Pemasaran Produk Kerajinan Lokal
Solok, InfoPublikSolok - Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Solok menggelar pembinaan bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) pengrajin serta Industri Kecil Menengah (IKM) produk khas daerah, Kamis (1/10/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendorong pelaku usaha lokal meningkatkan kualitas, inovasi, daya saing dan pemasaran produk daerah.
Kegiatan yang berlangsung di Balairung 99 Rumah Dinas Wali Kota Solok tersebut dihadiri langsung Ketua Dekranasda Kota Solok, Ny. Dona Ramadhani Kirana Putra, Wakil Ketua Dekranasda Kota Solok, Ny. dr. Septin Desmon, serta Ketua Harian Dekranasda Kota Solok, Ricky Carnova. Kegiatan diikuti sekitar 70 orang pengrajin dan pelaku IKM produk lokal.
Dalam pembinaan tersebut, Ketua Dekranasda Kota Solok, Ny. Dona Ramadhani Kirana Putra, secara langsung memberikan materi kepada para peserta. Ia menekankan pentingnya inovasi, konsistensi menjaga kualitas, penguatan identitas produk serta pemanfaatan pemasaran digital agar produk kerajinan dan IKM Kota Solok mampu berkembang dan memiliki daya saing.
Ny. Dona menyampaikan, Kota Solok memiliki beragam potensi produk khas daerah yang dapat dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi, mulai dari kain tenun, batik khas daerah hingga aneka olahan kuliner tradisional. Potensi tersebut perlu terus disempurnakan agar mampu mengikuti kebutuhan dan selera pasar tanpa kehilangan karakter serta nilai budaya daerah.
Menurutnya, peningkatan kualitas tidak hanya berkaitan dengan produk yang dihasilkan, tetapi juga mencakup desain, kemasan, legalitas dan cara pelaku usaha membangun identitas mereknya.
“Kita ingin para pengrajin dan pelaku IKM di Kota Solok tidak hanya bertahan, tetapi juga naik kelas. Dekranasda berkomitmen untuk terus mendampingi, mulai dari pelatihan peningkatan mutu, desain produk, hingga memfasilitasi promosi dan pemasaran,” ujar Ny. Dona.
Dalam penyampaian materinya, Ny. Dona juga mengajak para pengrajin untuk terus melakukan inovasi desain dengan memadukan motif dan karakter khas daerah dengan sentuhan tren modern. Menurutnya, inovasi diperlukan agar produk tetap memiliki identitas budaya sekaligus dapat diterima oleh konsumen dari berbagai kalangan.
Selain desain, aspek kemasan menjadi perhatian dalam pembinaan. Para pelaku usaha didorong memperhatikan kemasan yang menarik, informatif dan higienis, terutama untuk produk kuliner. Kemasan yang baik dinilai tidak hanya berfungsi melindungi produk, tetapi juga menjadi bagian dari identitas dan daya tarik produk ketika dipasarkan.
Ny. Dona juga memberikan pemahaman mengenai pentingnya legalitas usaha sebagai salah satu bagian yang perlu diperhatikan pelaku UMKM dan IKM dalam mengembangkan usahanya. Kelengkapan legalitas dapat mendukung kepercayaan konsumen sekaligus membuka peluang yang lebih luas dalam pengembangan dan pemasaran produk.
Pada aspek pemasaran, peserta didorong memanfaatkan perkembangan teknologi digital. Media sosial dan platform e-commerce dapat digunakan sebagai sarana memperkenalkan produk, membangun komunikasi dengan konsumen serta memperluas jangkauan pasar.
Pembinaan berlangsung secara interaktif melalui diskusi antara Ketua Dekranasda dan para peserta. Para pengrajin dan pelaku IKM berkesempatan menyampaikan berbagai pengalaman, aspirasi serta kendala yang dihadapi dalam menjalankan dan mengembangkan usaha, termasuk terkait akses permodalan dan fasilitasi mengikuti pameran.
Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi Dekranasda untuk mendengarkan secara langsung kebutuhan pelaku usaha sekaligus memberikan dorongan agar pengembangan produk lokal dilakukan secara berkelanjutan, baik dari sisi kualitas, inovasi maupun pemasaran.


















