Tanamkan Cinta Bahasa Ibu, Peserta Didik Kota Solok Ikuti FTBI 2026

Tanamkan Cinta Bahasa Ibu, Peserta Didik Kota Solok Ikuti FTBI 2026

Solok, InfoPublikSolok - Pemerintah Kota Solok terus mendorong pelestarian bahasa dan budaya Minangkabau melalui Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Tahun 2026 yang melibatkan peserta didik tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Kegiatan yang digelar pada Rabu (4/11) di SDN 19 Tanah Garam Kota Solok ini, menjadi salah satu upaya menanamkan kecintaan generasi muda terhadap bahasa ibu sekaligus menjaga keberlangsungan warisan budaya daerah.

FTBI merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan oleh Balai Bahasa sebagai bagian dari upaya pelindungan dan pelestarian bahasa daerah. Melalui kegiatan ini, bahasa Minangkabau diperkenalkan dan ditumbuhkan kembali penggunaannya di kalangan generasi muda agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Dalam festival tersebut, peserta dari jenjang SD dan SMP mengikuti lima cabang perlombaan yang mengangkat kekayaan bahasa dan tradisi Minangkabau, yakni Bapidato, Manulih Carito, Manulih jo Mambaco Pantun, Badendang, dan Bacarito.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Solok, Lusya Adelina, mengapresiasi penyelenggaraan FTBI 2026 sebagai langkah nyata dalam menjaga dan melestarikan bahasa serta budaya daerah. Menurutnya, upaya pelestarian bahasa Minangkabau perlu dimulai sejak usia dini, baik melalui lingkungan keluarga maupun satuan pendidikan.

Ia menegaskan, sekolah memiliki peran strategis dalam menanamkan kecintaan terhadap bahasa dan budaya daerah kepada generasi muda. Melalui kegiatan seperti FTBI, peserta didik tidak hanya belajar menggunakan bahasa Minangkabau, tetapi juga mengembangkan keberanian, kreativitas, keterampilan berkomunikasi, serta rasa bangga terhadap identitas budayanya.

"Jangan sampai generasi muda kita kehilangan jati diri dan melupakan bahasa ibu. Bahasa Minangkabau merupakan warisan budaya yang harus kita jaga dan lestarikan bersama. Kita berharap anak-anak kita dapat menjadi generasi penerus sekaligus agen pelestari bahasa dan budaya Minangkabau di masa depan," ungkapnya.

Melalui FTBI 2026, Pemerintah Kota Solok berharap semakin tumbuh generasi muda yang tidak hanya unggul dalam bidang akademis, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap pelestarian bahasa, seni, dan budaya daerah. Dengan demikian, bahasa Minangkabau tetap hidup, berkembang, dan menjadi bagian dari identitas generasi penerus.


Komentar

Tinggalkan komentar