Turun Ka Sawah, RSBG 2026 Angkat Tradisi dan Kearifan Lokal Petani Kota Solok
Solok, InfoPublikSolok – Tradisi adat Turun Ka Sawah kembali dihadirkan dalam rangkaian Rang Solok Baralek Gadang (RSBG) 2026 sebagai wujud rasa syukur, doa bersama, dan kebersamaan masyarakat dalam menyambut musim tanam padi. Prosesi yang dikoordinasikan Dinas Pertanian dan Pangan Kota Solok ini berlangsung di Padang Lindang, kawasan Sawah Solok, Minggu (11/10/2026).
Wali Kota Solok, Ramadhani Kirana Putra, menyampaikan bahwa tradisi tersebut tidak hanya menjadi bagian dari warisan budaya masyarakat, tetapi juga mengandung nilai spiritual dan sosial yang erat dengan kehidupan petani.
Melalui prosesi bakaua atau doa bersama, masyarakat memohon keselamatan, perlindungan, serta hasil pertanian yang baik. Doa tersebut juga menjadi harapan agar tanaman padi tumbuh subur, terhindar dari serangan hama dan penyakit, serta petani dijauhkan dari kerugian selama musim tanam.
Prosesi diawali dari Kantor Kerapatan Adat Nagari (KAN), kemudian dilanjutkan dengan berjalan menuju area persawahan sambil melantunkan selawat. Rangkaian kegiatan turut memperlihatkan tahapan dan aktivitas petani dalam proses budidaya padi yang menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Kota Solok.
Tradisi Turun Ka Sawah juga mencerminkan kuatnya semangat gotong royong dan kebersamaan antara petani, niniak mamak, bundo kanduang, serta pemuka adat. Nilai-nilai tersebut menjadi bagian dari kearifan lokal yang terus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Solok, Ade Kurniati, S.Pt., menyampaikan bahwa kegiatan ini mencerminkan karakter masyarakat Minangkabau, khususnya Kota Solok, yang teguh memegang adat dan agama serta memiliki kebanggaan terhadap tanah kelahirannya.
“Selain menjadi kesempatan untuk menyaksikan seni, budaya, dan tradisi, kegiatan ini juga menyatukan hati, menumbuhkan harapan, serta merawat warisan untuk anak cucu kita,” ujarnya.
Menurutnya, pelestarian tradisi Turun Ka Sawah menjadi penting di tengah perkembangan zaman. Selain menjaga identitas budaya daerah, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi bagi generasi muda untuk memahami nilai rasa syukur, kerja keras, dan kebersamaan yang melekat dalam kehidupan masyarakat agraris.
Kehadiran tradisi ini dalam rangkaian RSBG 2026 sekaligus memperkuat upaya Kota Solok dalam memperkenalkan kekayaan budaya dan potensi pariwisata daerah kepada masyarakat luas. RSBG yang masuk dalam agenda Karisma Event Nusantara (KEN) menjadi salah satu ruang promosi bagi tradisi, seni, dan identitas budaya Kota Solok di tingkat yang lebih luas.





















