Re-Akreditasi Laboratorium Kesehatan Daerah Kota Solok

Solok, (InfoPublikSolok) – UPTD Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kota Solok kedatangan Surveyor Kementerian Kesehatan, Selasa (23/7/2024), dalam rangka re-akreditasi.
Kegiatan yang berkaitan dengan pembinaan mutu dan akreditasi ini, dilaksanakan selama dua hari, Selasa s/d Rabu, 23 s/d Juli 2024 di Aula Labkesda Kota Solok, yang berlangsung dalam beberapa sesi yaitu sesi wawancara, observasi dan sesi tanya jawab.
Sebanyak 42 orang petugas atau staf Labkesda Kota Solok akan dinilai agar tetap memenuhi standar pelayanan yang bermutu serta dapat dipertanggungjawabkan.
Kegiatan ini dibuka oleh Kabid Pelayanan dan Sumber Daya Kesehatan, Emil Reza Razali, mewakili Kepala Dinas Kesehatan, didampingi Administrator Kesehatan Ahli Muda, Indrayani.
Emil mengatakan, “UPTD Laboratorium Kesehatan Daerah Kota Solok sebagai pelaksana teknis daerah dibawah Dinas Kesehatan Kota Solok telah siap untuk melakukan proses akreditasi sesuai dengan standar Kemenkes dalam rangka menjamin mutu pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.
Akreditasi laboratorium merupakan suatu pengakuan yang diberikan oleh badan independen yang ditunjuk oleh Menteri Kesehatan kepada laboratorium kesehatan yang telah memenuhi standar yang telah ditentukan.
Hadir pada akreditasi ini dua orang surveyor dari Perhimpunan Dokter Spesialis (PDS) Patologi Klinik Cabang Padang yaitu Dwi Djoko HR,SKM, M.Kes, MM, FISQua dan dr.Desywar, Sp.PK, Mars. Surveyor ini nantinya akan melakukan telaahan dokumen dan pemaparan materi.
Menurut ketentuan Pasal 16 Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 364/Menkes/SK/III/2023 tentang Laboratorium Kesehatan, Laboratorium Kesehatan wajib mengikuti akreditasi laboratorium yang diselenggarakan oleh Instansi yang diakui secara nasional atau internasional sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Dwi Djoko menyampaikan, “Akreditasi akan mendorong laboratorium kesehatan untuk memenuhi standar yang ditetapkan, sehingga mutu pelayanannya dapat dipertanggung jawabkan dan memberikan jaminan serta kepuasan kepada masyarakat/pengguna jasa laboratorium bahwa pelayanan laboratorium yang diberikan sudah sesuai dengan standar penilaian laboratorium yang ditetapkan oleh Departemen Kesehatan,” ujarnya.
Arsip Berita