DPMPTSP Kota Solok Siapkan Proyek Investasi Unggulan melalui Bimtek Penyusunan IPRO

DPMPTSP Kota Solok Siapkan Proyek Investasi Unggulan melalui Bimtek Penyusunan IPRO

Solok, InfoPublikSolok – Pemerintah Kota Solok memperkuat kesiapan proyek investasi daerah melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyusunan Dokumen Investment Project Ready to Offer (IPRO) untuk menghasilkan proyek yang layak, siap dibiayai, dan menarik bagi investor. Kegiatan yang digelar Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Solok ini berlangsung di Aula DPMPTSP Kota Solok, Selasa (20/10/2026).

Bimtek tersebut diikuti 25 peserta dari sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), yakni Bapperida, Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Sekretariat Daerah, Dinas Pemuda dan Olahraga, Dinas Pariwisata, Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM (DPKUKM), Dinas Pertanian dan Pangan, serta DPMPTSP Kota Solok. Kegiatan menghadirkan narasumber Dr. Alpon Satrianto, S.E., M.E., dosen Ilmu Ekonomi Universitas Negeri Padang.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Wali Kota Solok yang diwakili Asisten Administrasi Umum, Zulfadrim, S.H., setelah laporan pelaksanaan disampaikan Kepala DPMPTSP Kota Solok, Dr. Hj. Elvy Basri, S.E., M.M.

Dalam sambutan Wali Kota yang dibacakannya, Zulfadrim menekankan bahwa dokumen IPRO berperan penting dalam menyiapkan proyek investasi daerah secara terstruktur dan profesional agar memiliki informasi yang memadai saat ditawarkan kepada calon investor.

“Dokumen IPRO bukan sekadar dokumen promosi, tetapi merupakan instrumen untuk menyiapkan proyek investasi secara lebih terstruktur, komprehensif, dan profesional sehingga dapat ditawarkan kepada calon investor dengan informasi yang memadai,” ujar Zulfadrim.

Sementara itu, Elvy Basri menjelaskan bahwa bimtek ini bertujuan meningkatkan pemahaman peserta mengenai standar penyusunan dokumen IPRO, sekaligus memperkuat keterampilan dalam menyusun analisis kelayakan awal proyek investasi.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap peserta dapat meningkatkan pemahaman mengenai IPRO serta mampu menyusun analisis kelayakan awal atau Pra-Feasibility Study,” ungkap Elvy Basri.

Melalui kegiatan ini, DPMPTSP Kota Solok menargetkan tersusunnya satu dokumen IPRO untuk setiap sektor sasaran. Dokumen tersebut diharapkan memenuhi tiga kriteria utama, yakni feasible atau layak dilaksanakan, bankable atau layak dibiayai, dan marketable atau layak dipasarkan.

Penyusunan dokumen IPRO diharapkan dapat memperkuat sinergi antar-OPD dalam mengidentifikasi dan mempersiapkan proyek investasi unggulan yang memiliki prospek pengembangan. Dengan perencanaan yang matang dan informasi yang komprehensif, proyek-proyek tersebut diharapkan lebih siap ditawarkan kepada investor.

Melalui upaya ini, Pemerintah Kota Solok mendorong peningkatan daya tarik investasi daerah sebagai salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi dan penciptaan peluang usaha, yang pada akhirnya diharapkan berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.


Komentar

Tinggalkan komentar