Rampung 100 Persen, Rumah Bantuan Presiden Bagi Korban Bencana di Payo Siap Dihuni
Solok, InfoPublikSolok – Proyek pembangunan fisik rumah bantuan Presiden bagi warga Kota Solok yang terdampak bencana hidrometeorologi di kawasan Payo, Kelurahan Tanah Garam, resmi menyentuh progres sempurna 100 persen. Kepastian siap huninya ketiga unit rumah milik Alimar, Sa'liar, dan Afrizal tersebut diperoleh setelah Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (PerkimLH) Kota Solok sukses merampungkan survei akhir di lokasi eksekusi, Senin (8/6).
Survei teknis pra-serah terima ini dipimpin langsung oleh Ketua Tim Teknis sekaligus Penata Kelola Perumahan Ahli Muda, Heni Purwanti, MT, bersama tim Bidang Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP). Langkah ini diambil untuk memastikan seluruh struktur bangunan telah memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang Perumahan Rakyat sebelum kunci hunian diserahkan secara resmi kepada para penerima manfaat.
Ketua Tim Teknis, Heni Purwanti, MT, menjelaskan bahwa saat ini fasilitas utama seperti jaringan listrik sudah terpasang di rumah Alimar, sementara untuk rumah Afrizal dan Sa’liar sedang dalam proses penyambungan akhir. Pihaknya kini tengah berkoordinasi dengan jajaran pimpinan daerah untuk menjadwalkan agenda peresmian.
"Rencananya, serah terima ketiga unit rumah bantuan ini akan dipimpin langsung oleh Wali Kota Solok pada bulan ini. Kami sangat berharap rumah bantuan ini dapat menjadi tempat tinggal yang aman, nyaman, dan layak bagi keluarga penerima manfaat. Ini adalah wujud nyata perhatian pemerintah dalam pemulihan pascabencana, karena itu kami berpesan agar rumah ini dirawat dengan baik dan dijaga kebersihannya," ujar Heni Purwanti.
Terkait lini masa administrasi, Tenaga Fasilitator Lapangan, Beni Novrianto, menambahkan bahwa proses penyerahan akan dibagi ke dalam dua tahapan utama berdasarkan berita acara yang telah disepakati bersama.
"Sesuai kesepakatan, serah terima fisik bangunan kepada pemilik rumah dijadwalkan pada 15 Juni 2026, sedangkan seluruh pelaporan administrasi ditargetkan rampung total pada 30 Juni 2026. Meskipun kunci sudah diserahkan, tim kami tetap akan melakukan pemantauan melekat di lapangan hingga seluruh penghuni menempati rumah tersebut guna memastikan hunian ini dimanfaatkan sebagaimana mestinya," kata Beni.
Program intervensi perumahan ini merupakan langkah konkret Pemerintah Kota Solok dalam mempercepat pemulihan sosial-ekonomi masyarakat penyintas bencana. Dengan tuntasnya proyek strategis ini, pemerintah daerah berhasil memastikan warga terdampak kembali memiliki aset hunian yang tidak hanya kokoh dan aman secara struktural, tetapi juga layak demi membangun masa depan yang lebih sejahtera.




















