Dinas Pendidikan Kota Solok Perkuat Mutu PAUD melalui Digitalisasi SPMI

Dinas Pendidikan Kota Solok Perkuat Mutu PAUD melalui Digitalisasi SPMI

Solok, InfoPublikSolok - Dinas Pendidikan Kota Solok memperkuat tata kelola dan mutu layanan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) melalui kegiatan Tertib Administrasi dan Penguatan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) berbasis siklus Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan (PPEPP) serta digitalisasi dokumen. Kegiatan yang diikuti 45 peserta tersebut dilaksanakan di Aula Dinas Pendidikan Kota Solok, Rabu (4/11), sebagai upaya membangun budaya mutu yang terencana, sistematis, dan berkelanjutan pada setiap satuan PAUD.

Peserta kegiatan terdiri atas Kepala Sanggar Kegiatan Belajar (SKB), pengawas dan penilik PAUD, unsur Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI), kepala satuan PAUD se-Kota Solok, serta unsur terkait lainnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Solok, Lusya Adelina, dalam arahannya menegaskan bahwa tertib administrasi dan penguatan SPMI bukan sekadar pemenuhan kewajiban dokumentasi, melainkan bagian penting dalam memastikan penyelenggaraan layanan pendidikan berjalan sesuai standar dan terus mengalami peningkatan.

Menurutnya, penerapan siklus PPEPP harus menjadi budaya kerja pada setiap satuan PAUD, bukan hanya sebatas kelengkapan dokumen untuk memenuhi kebutuhan pemeriksaan atau penilaian. Siklus yang terdiri atas Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan standar tersebut perlu diterapkan secara konsisten dan berkesinambungan.

"Tertib administrasi bukan sekadar melengkapi dokumen untuk kebutuhan pemeriksaan atau penilaian, tetapi merupakan bagian penting dari upaya kita memastikan layanan pendidikan berjalan sesuai standar dan terus mengalami peningkatan," tegasnya.

Ia juga mendorong seluruh kepala satuan PAUD untuk mengoptimalkan pemanfaatan teknologi digital dalam pengelolaan administrasi dan dokumen SPMI. Digitalisasi dinilai dapat mempermudah penyimpanan, penataan, pembaruan, dan akses terhadap dokumen sehingga pengelolaan administrasi menjadi lebih efektif, efisien, transparan, dan akuntabel.

"Melalui kegiatan ini, kita berharap tidak hanya menghasilkan pemahaman, tetapi juga perubahan nyata dalam pengelolaan administrasi dan peningkatan mutu layanan PAUD. Saya berharap seluruh peserta dapat menindaklanjuti materi yang diperoleh dengan membenahi administrasi, menata dokumen SPMI, serta menerapkan siklus PPEPP di satuan pendidikan masing-masing," ungkapnya.

Untuk memperkuat pemahaman peserta, kegiatan ini menghadirkan dua narasumber, yakni Dr. Jhoni Darmansyah, M.Pd. dan Adri Putra Can, A.Md.Kom. Keduanya menyampaikan materi yang berfokus pada implementasi siklus PPEPP dalam penguatan SPMI PAUD serta digitalisasi dokumen dan pengelolaan SPMI.

Pada materi penguatan SPMI, peserta dibekali pemahaman mengenai lima tahapan siklus PPEPP sebagai landasan dalam memastikan standar pendidikan diterapkan, dievaluasi, dikendalikan, dan ditingkatkan secara berkelanjutan. Penerapan siklus ini diharapkan membantu satuan PAUD mengidentifikasi kebutuhan perbaikan sekaligus menyusun langkah peningkatan mutu sesuai kondisi masing-masing.

Sementara itu, materi digitalisasi dokumen menitikberatkan pada pemanfaatan teknologi untuk mendukung pengelolaan administrasi dan dokumentasi mutu. Melalui sistem pengelolaan digital, dokumen SPMI diharapkan lebih tertata, mudah diakses, diperbarui, dan digunakan sebagai bahan evaluasi maupun dasar pengambilan keputusan.

Penguatan SPMI juga diarahkan agar dokumen administrasi tidak hanya menjadi arsip pemenuhan kewajiban, tetapi benar-benar dimanfaatkan sebagai pedoman dalam merencanakan, melaksanakan, mengevaluasi, dan meningkatkan kualitas layanan pendidikan.

Melalui kegiatan ini, Dinas Pendidikan Kota Solok berharap seluruh satuan PAUD mampu menerapkan SPMI secara konsisten, memiliki dokumentasi mutu yang tertata, serta menyusun rencana tindak lanjut berdasarkan kebutuhan dan kondisi masing-masing satuan pendidikan.

Upaya tersebut diharapkan dapat membangun tata kelola PAUD yang lebih tertib, akuntabel, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi, sekaligus memastikan layanan pendidikan semakin berkualitas dan berorientasi pada tumbuh kembang serta kebutuhan terbaik anak.


Komentar

Tinggalkan komentar