BAZNAS Kota Solok Gencarkan Program Sedekah Subuh, Gandeng Kemenag untuk Optimalkan Pengumpulan Infak
Solok, InfoPublikSolok – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Solok terus mengoptimalkan penghimpunan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) melalui program inovatif “Sedekah Subuh Serambi Madinah”. Program ini menargetkan perluasan sumber infak, yang selama ini didominasi zakat dari Aparatur Sipil Negara (ASN), pengusaha, dan profesi lainnya.
Sosialisasi program tersebut digelar di Aula Kementerian Agama (Kemenag) Kota Solok, Selasa (12/8), dihadiri Ketua BAZNAS Kota Solok AKBP (Purn) H. Zaini, SH, Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan Diki Asnur, Kepala Kemenag Kota Solok H. Mustafa, MA, serta kepala madrasah negeri di lingkungan Kemenag.
Kepala Kemenag Kota Solok, H. Mustafa, menyambut positif langkah BAZNAS. “Program ini merupakan inovasi pengumpulan ZIS yang sangat terukur dan bermanfaat, khususnya untuk mengentaskan kemiskinan dan membantu berbagai kebutuhan pendidikan di bawah naungan Kemenag,” ujarnya.
Ia menegaskan, program ini sejalan dengan semangat filantropi untuk mendukung dunia pendidikan. “Jika disosialisasikan secara tepat, manfaatnya akan langsung dirasakan sekolah dan peserta didik,” tambah Mustafa.
Ketua BAZNAS Kota Solok, H. Zaini, menjelaskan bahwa Sedekah Subuh difokuskan untuk pengumpulan infak yang bisa dilakukan siapa saja, terutama murid dan wali murid. Sebelumnya, BAZNAS telah meluncurkan program ini bersama Wakil Wali Kota dan Dinas Pendidikan, serta mensosialisasikannya ke sejumlah sekolah negeri.
Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan, Diki Asnur, menegaskan bahwa sekolah tidak terlibat dalam pemungutan dana sehingga tidak dikategorikan pungutan liar. “Sekolah hanya memfasilitasi pertemuan BAZNAS dengan murid dan wali murid untuk mendengarkan penjelasan program. Secara hukum, program ini sudah diperkuat oleh peraturan BAZNAS dan Kementerian Agama,” jelasnya.
Secara teknis, BAZNAS menyiapkan celengan yang dibawa murid ke rumah untuk diisi secara sukarela oleh anggota keluarga. Setiap bulan, celengan tersebut dikembalikan ke sekolah dan dibuka oleh petugas BAZNAS.
Hasil pengumpulan akan digunakan kembali untuk membantu sekolah, seperti perlengkapan belajar bagi siswa kurang mampu, biaya pendidikan anak yatim, honor guru tahfiz, kegiatan islami, dan program lainnya.
Kemenag Kota Solok menyatakan siap mendukung penuh pelaksanaan program ini di seluruh madrasah, bahkan ikut mendampingi sosialisasi di lapangan jika diperlukan.























