Dua Wakil Kota Solok Tampil di Cabang KTIH MTQ Sumatera Barat ke-41

Dua Wakil Kota Solok Tampil di Cabang KTIH MTQ Sumatera Barat ke-41

Bukittinggi, InfoPublikSolok - Kafilah Kota Solok turut ambil bagian dalam Lomba Karya Tulis Ilmiah Hadis (KTIH) Putra dan Putri pada hari kedua pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Provinsi Sumatera Barat ke-41 yang digelar di MAN 2 Bukittinggi, Senin (15/12/2025).

Lomba KTIH merupakan salah satu cabang MTQ yang menitikberatkan pada penulisan karya ilmiah berbasis hadis, yakni perkataan, perbuatan, dan ketetapan Nabi Muhammad SAW sebagai sumber ajaran Islam. Melalui cabang lomba ini, peserta dituntut mampu menggali, menganalisis, serta menyajikan pemahaman hadis secara ilmiah, sistematis, dan orisinal.

Pada ajang ini, Kota Solok menurunkan dua wakil terbaiknya. Untuk kategori KTIH Putri, kafilah Kota Solok diwakili oleh Luthfiyah Adzra Wasilah, sedangkan pada kategori KTIH Putra diwakili oleh M. Fadhil Al Misri. Keduanya menampilkan kemampuan akademik, kreativitas berpikir, serta daya analisis yang kuat dalam menyusun karya tulis ilmiah.

Selama mengikuti lomba, kafilah Kota Solok didampingi oleh Roki Ade Deswan, SE, MH, yang secara intensif memberikan bimbingan dan dukungan sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan lomba. Pendampingan tersebut diharapkan dapat memotivasi peserta untuk terus mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan meningkatkan kualitas penulisan ilmiah.

“Lomba KTIH merupakan salah satu sarana untuk menghidupkan tradisi akademik dalam memahami hadis. Peserta tidak hanya diuji kemampuan menulis, tetapi juga menafsirkan serta mempresentasikan gagasan secara ilmiah,” ujar Roki.

Ia menjelaskan bahwa keaslian karya tulis menjadi syarat utama dalam lomba KTIH. Setiap karya harus merupakan hasil pemikiran peserta sendiri dan dapat dipertanggungjawabkan secara akademik. Penilaian dilakukan secara berlapis dengan menekankan aspek keaslian karya, bobot dan kedalaman materi, kaidah bahasa, logika penyusunan, serta kemampuan presentasi.

Pada babak penyisihan, peserta harus memenuhi skor minimal yang telah ditentukan panitia. Aspek penilaian meliputi relevansi judul dengan tema besar, kebaruan gagasan, eksplorasi kandungan hadis, keluasan wawasan, serta kekayaan referensi yang digunakan.

Panitia juga menetapkan batas maksimal tingkat kemiripan hasil pemeriksaan plagiarisme, dengan pengecualian untuk bagian referensi, bibliografi, kutipan Al-Qur’an dan hadis, serta catatan kaki.

Memasuki babak final, peserta dituntut memiliki kemampuan presentasi yang baik, mencakup kualitas paparan, ketepatan dan kedalaman jawaban, serta etika dan kematangan emosi dalam menyampaikan gagasan di hadapan dewan juri.

Keikutsertaan kafilah Kota Solok dalam cabang KTIH MTQ Sumbar ke-41 ini diharapkan dapat memperkuat peran generasi muda dalam mengembangkan kajian hadis secara ilmiah, sekaligus mengharumkan nama daerah di tingkat provinsi.


Komentar

Tinggalkan komentar