Ketua DPRD Kota Solok Sambut Baik Pembangunan Laydam Mitigasi Banjir senilai Rp170 Miliar
Solok, InfoPublikSolok – Ketua DPRD Kota Solok, Fauzi Rusli, menyampaikan apresiasi kepada Anggota Komisi V DPR RI, Zigo Rolanda, atas perjuangan gigihnya di tingkat pusat sehingga alokasi pembangunan infrastruktur penanganan banjir di Kota Solok dapat segera direalisasikan.
Pemerintah pusat bersama Pemerintah Kota Solok dipastikan segera memulai pembangunan laydam di kawasan Batang Lembang dan Batang Gawan, Tanah Garam. Infrastruktur penahan banjir dan longsor senilai Rp170 miliar ini merupakan langkah strategis mitigasi bencana hidrometeorologi yang kerap melanda Kota Solok.
"Ini merupakan bentuk perjuangan nyata Anggota DPR RI Zigo Rolanda dalam mempercepat pembangunan di Kota Solok, Kabupaten Solok, dan Solok Selatan. Harapan kita bersama, pembangunan ini didukung dan diawasi agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat serta mampu menggerakkan perekonomian daerah," ujar Fauzi Rusli, Selasa (5/8/2026).
Fauzi juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada para pemilik lahan yang telah memberikan izin penggunaan tanah ulayat demi kelancaran pembangunan laydam, seraya berharap adanya tambahan alokasi anggaran pusat lainnya bagi Kota Solok di masa mendatang.
Sementara itu, Anggota Komisi V DPR RI, Zigo Rolanda, mengonfirmasi bahwa proyek rehabilitasi dan rekonstruksi Batang Lembang serta Batang Gawan telah memasuki proses tender dan dikerjakan melalui skema Multi Years Contract (MYC) selama dua tahun anggaran.
Zigo mengungkapkan bahwa proyek penanganan Batang Lembang dan Batang Gawan awalnya masuk pada prioritas tahap kedua. Namun, berkat jaminan Pemkot Solok, DPRD, dan Forkopimda terkait penyelesaian pembebasan lahan, proyek ini berhasil ditarik ke prioritas tahap pertama.
"Sebelumnya proyek ini masuk tahap kedua. Karena pemerintah daerah menjamin lahannya bersih dan siap, akhirnya dapat dimasukkan ke tahap pertama. Ini merupakan bentuk apresiasi pemerintah pusat kepada Kota Solok," terang Zigo Rolanda.
Selain pembangunan laydam sebagai mitigasi struktur penahan erosi dan banjir, Kota Solok pada tahun 2026 ini juga memperoleh alokasi Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah sebanyak 224 unit yang disalurkan secara transparan dan berbasis verifikasi ketat.
Zigo menjelaskan bahwa kuota BSPS untuk Sumatera Barat meningkat signifikan dari sekitar 826 unit menjadi 8.471 unit, sejalan dengan target pemerintah membangun tiga juta rumah dalam lima tahun.
Tak hanya itu, usulan pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Kota Solok senilai Rp62 miliar juga telah dinyatakan lolos dalam sistem pengusulan pemerintah pusat dan ditargetkan mulai konstruksi fisik pada tahun 2027.
Sinergi kuat antara Pemkot Solok, DPRD, dan DPR RI ini diharapkan menjadikan Kota Solok kian tangguh menghadapi ancaman bencana, menata kawasan permukiman layak huni, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.






















