Monobuku, Permainan Asyik Belajar Pancasila Ala SDN 06 Tanah Garam
Solok, InfoPublikSolok – SDN 06 Tanah Garam Kota Solok terus berinovasi dalam menciptakan pembelajaran yang bermakna dan menyenangkan. Untuk meningkatkan pemahaman serta pengamalan nilai-nilai Pancasila, pihak sekolah mengadakan rapat persiapan peluncuran permainan edukatif Monopoli Budayaku (MONOBUKU) pada Senin (20/5/2024).
Rapat dihadiri oleh Kepala Sekolah dan seluruh majelis guru SDN 06 Tanah Garam. Dalam kesempatan tersebut, para pendidik membahas teknis pelaksanaan serta manfaat dari inovasi permainan yang mulai mencuri perhatian ini.
MONOBUKU merupakan adaptasi dari permainan Monopoli klasik, namun dengan sentuhan kearifan lokal dan edukasi budaya. Permainan ini awalnya dikembangkan untuk siswa kelas 4 dalam pembelajaran mata pelajaran Pendidikan Pancasila, khususnya pada materi Keragaman Budaya Indonesia. Namun setelah melalui proses uji coba dan sosialisasi, permainan ini kini dapat dimainkan oleh seluruh siswa dari kelas 1 hingga kelas 6.
“Permainan MONOBUKU lahir dari diskusi bersama teman sejawat. Kami resah melihat hasil belajar murid pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila yang kurang maksimal. Dari situ, saya terdorong menciptakan media pembelajaran berbasis permainan, agar anak-anak bisa memahami materi secara menyenangkan dan interaktif,” ujar Ezy Oktariani, guru inovator SDN 06 Tanah Garam.
Dalam pelaksanaannya, MONOBUKU dimainkan baik saat jam pelajaran Pendidikan Pancasila maupun di luar jam pelajaran, seperti saat istirahat, jam kosong, dan kegiatan ekstrakurikuler. Permainan ini bahkan bisa dimainkan di halaman sekolah, menjadikannya media pembelajaran yang fleksibel dan menarik.
Cara bermain MONOBUKU cukup sederhana dan interaktif. Pemain melempar dadu, lalu menjalankan pion sesuai angka yang keluar. Jika berhenti di kotak “Pertanyaan”, murid mengambil satu soal seputar budaya Indonesia. Jawaban benar akan mendapatkan dua kartu Pancasila. Jika berhenti di kotak “Puzzle”, mereka harus menyusun potongan gambar budaya dalam batas waktu tertentu. Jika berhasil, hadiah lima kartu Pancasila menanti. Pemenang ditentukan dari jumlah kartu terbanyak yang berhasil dikumpulkan.
Melalui pendekatan ini, SDN 06 Tanah Garam berharap proses pembelajaran tidak lagi bersifat satu arah, melainkan lebih partisipatif, menyenangkan, dan penuh makna. Permainan Monobuku menjadi langkah konkret untuk menanamkan nilai-nilai Pancasila melalui pemahaman yang kontekstual terhadap keberagaman budaya bangsa.























