Perpustakaan Umum Kota Solok Raih Akreditasi A, Perkuat Komitmen Pengembangan Budaya Literasi
Solok, InfoPublikSolok – Perpustakaan Umum Kota Solok berhasil meraih Akreditasi A dengan kategori sangat baik setelah menjalani visitasi penilaian akreditasi oleh Tim Asesor Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI), Kamis (29/10). Capaian ini menjadi pengakuan atas upaya Pemerintah Kota Solok dalam meningkatkan mutu penyelenggaraan perpustakaan dan memperkuat budaya literasi masyarakat.
Visitasi berlangsung di Gedung Perpustakaan Umum Kota Solok, Jalan Natsir Sutan Pamuncak, tepat di depan Terminal Bareh Solok. Kegiatan dibuka langsung oleh Wali Kota Solok, Dr. H. Ramadhani Kirana Putra, S.E., M.M., sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap peningkatan kualitas layanan perpustakaan.
Dalam sambutannya, Wali Kota juga menyampaikan rencana pengembangan kawasan Taman Syeh Kukut menjadi Taman Literasi dan Kebudayaan Kota Solok. Kawasan yang masih dalam tahap penyelesaian tersebut direncanakan dilengkapi perpustakaan kecil dan pojok literasi yang dapat dimanfaatkan masyarakat sebagai ruang membaca, belajar, serta mengembangkan kreativitas.
Menurut Wali Kota, kehadiran Taman Literasi dan Kebudayaan diharapkan semakin mendekatkan masyarakat dengan sumber bacaan dan berbagai aktivitas literasi. Selain menjadi ruang terbuka yang nyaman, kawasan tersebut juga diarahkan sebagai wadah untuk mengenalkan dan melestarikan kebudayaan lokal, khususnya kepada generasi muda.
Pengembangan ruang literasi tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kota Solok untuk memperluas akses belajar masyarakat. Dengan demikian, aktivitas membaca dan memperoleh pengetahuan tidak hanya berlangsung di dalam gedung perpustakaan, tetapi juga dapat tumbuh di berbagai ruang publik yang mudah dijangkau.
Visitasi penilaian akreditasi dilakukan oleh tiga asesor Perpusnas RI, yakni Drs. Yoyo Yahyono, S.IP., M.Si., Drs. Abdullah, M.M., dan Muhammad Abdul Hafidh, S.Kom. Tim asesor melakukan penilaian terhadap berbagai aspek penyelenggaraan perpustakaan untuk melihat kesesuaiannya dengan standar yang telah ditetapkan sekaligus mengidentifikasi aspek yang masih dapat ditingkatkan.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Solok, Herman, S.H., S.Sos., menyampaikan bahwa proses akreditasi memiliki arti penting dalam peningkatan mutu pengelolaan dan pelayanan perpustakaan. Menurutnya, akreditasi bukan sekadar bentuk pengakuan, tetapi juga menjadi instrumen evaluasi terhadap kualitas layanan, pengelolaan koleksi, sarana dan prasarana, kompetensi tenaga perpustakaan, serta program pengembangan budaya baca.
Melalui visitasi tersebut, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Solok juga memperoleh masukan dan rekomendasi dari Tim Asesor Perpusnas RI sebagai bahan pembenahan dan pengembangan layanan ke depan.
“Melalui visitasi akreditasi ini, kita berharap dapat terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan dan pelayanan Perpustakaan Umum Kota Solok. Hasil penilaian nantinya menjadi bahan evaluasi bagi kami untuk melakukan pembenahan, meningkatkan standar pelayanan, serta menghadirkan perpustakaan yang semakin nyaman, inklusif, dan mampu memenuhi kebutuhan informasi masyarakat,” demikian disampaikan dalam kegiatan tersebut.
Hasil penilaian membawa kabar membanggakan bagi Kota Solok. Perpustakaan Umum Kota Solok dinyatakan memperoleh Akreditasi A atau kategori sangat baik. Raihan ini menjadi motivasi untuk terus mempertahankan standar penyelenggaraan perpustakaan sekaligus meningkatkan kualitas layanan bagi masyarakat.
Ke depan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Solok berkomitmen untuk terus melakukan inovasi, memperluas jangkauan layanan, serta mengembangkan program literasi yang mampu menjawab kebutuhan seluruh lapisan masyarakat.
Dengan capaian Akreditasi A dan rencana pengembangan Taman Literasi dan Kebudayaan, Pemerintah Kota Solok semakin memperkuat langkah menjadikan perpustakaan sebagai pusat pembelajaran sepanjang hayat, pusat informasi, serta ruang tumbuhnya kreativitas masyarakat. Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari pembangunan sumber daya manusia yang berpengetahuan, berdaya saing, dan berbudaya literasi.

















