Dorong Peningkatan Kualitas Inovasi Daerah, Pemko Solok Targetkan Kembali Predikat Sangat Inovatif

Dorong Peningkatan Kualitas Inovasi Daerah, Pemko Solok Targetkan Kembali Predikat Sangat Inovatif

Solok, InfoPublikSolok – Wakil Wali Kota Solok, H. Suryadi Nurdal, membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Penyelenggaraan Inovasi Daerah sekaligus Bimbingan Teknis Peningkatan Kualitas dan Kuantitas Inovasi Daerah Kota Solok di Ruang Rapat Akmal Room BAPPERIDA Kota Solok, Senin (19/10).

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Provinsi Sumatera Barat, Febrina Tri Susila Putri, selaku narasumber, serta seluruh kepala organisasi perangkat daerah (OPD) dan camat se-Kota Solok.

Dalam sambutannya, Suryadi menegaskan bahwa inovasi daerah bukan sekadar menghadirkan sesuatu yang baru, tetapi harus mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kinerja pemerintahan dan kualitas pelayanan publik. Karena itu, inovasi harus berangkat dari kebutuhan dan permasalahan di lapangan, serta dilaksanakan secara terukur dan berkelanjutan.

Ia menyampaikan, hasil penilaian Indeks Inovasi Daerah Tahun 2025 menjadi bahan evaluasi bagi Pemerintah Kota Solok. Pada tahun tersebut, nilai indeks, predikat, dan peringkat nasional Kota Solok mengalami penurunan. Predikat yang sebelumnya Sangat Inovatif turun menjadi Inovatif. Salah satu faktor yang memengaruhi capaian tersebut adalah rendahnya jumlah dan kualitas inovasi yang dilaporkan.

Pada 2025, Kota Solok hanya melaporkan 30 inovasi dengan tingkat kematangan rata-rata 90. Kondisi ini menjadi perhatian bersama agar pengembangan inovasi ke depan tidak hanya berorientasi pada pemenuhan jumlah, tetapi juga memperhatikan kualitas, kelengkapan dokumen pendukung, dan dampak yang dihasilkan.

“Kita tidak boleh hanya berorientasi pada pemenuhan jumlah inovasi, tetapi juga harus memastikan kualitasnya, kelengkapan data dukung, serta dampak yang dapat diukur. Kita berharap predikat Sangat Inovatif dapat kembali diraih melalui kerja sama dan komitmen seluruh perangkat daerah,” ujar Suryadi.

Berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Solok Tahun 2025–2029, target Indeks Inovasi Daerah Tahun 2026 ditetapkan sebesar 69,93. Untuk mencapai target tersebut, dibutuhkan minimal 145 inovasi dengan tingkat kematangan rata-rata minimal 100 dari nilai maksimal 111.

Dalam penilaian Tahun 2026, Pemerintah Kota Solok telah melaporkan sebanyak 145 inovasi daerah yang saat ini sedang dalam proses verifikasi oleh tim Innovative Government Award (IGA) Tahun 2026. Capaian jumlah tersebut menjadi langkah positif, namun tetap harus diikuti dengan pemenuhan dokumen dan data dukung yang lengkap agar setiap inovasi dapat memperoleh penilaian optimal.

Suryadi meminta seluruh kepala perangkat daerah, kepala UPTD Puskesmas, dan kepala sekolah untuk memperkuat koordinasi serta memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan dan penjaringan inovasi. Menurutnya, inovasi harus menjadi bagian dari budaya kerja organisasi, bukan sekadar kewajiban administratif dalam proses penilaian.

Komitmen tersebut juga diperkuat melalui Perjanjian Kinerja Pelaksanaan Inovasi Daerah Kepala Perangkat Daerah Kota Solok Tahun 2026 dengan kepala daerah. Dengan demikian, pengembangan inovasi menjadi bagian dari tanggung jawab dan target kinerja masing-masing perangkat daerah.

Untuk Tahun 2027, Kota Solok menargetkan Indeks Inovasi Daerah sebesar 71,08 dengan kebutuhan sebanyak 176 inovasi. Target tersebut direncanakan terdiri atas minimal 135 inovasi baru pada tahun 2026 dan 41 inovasi dari tahun 2025.

Adapun perangkat daerah yang dipimpin Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama ditargetkan menghasilkan minimal tiga inovasi. Sementara itu, perangkat daerah yang dipimpin Pejabat Administrator, RS Serambi Madinah, kelurahan, puskesmas, SD Negeri, dan SMP Negeri ditargetkan menghasilkan minimal satu inovasi. Setiap inovasi diharapkan mencapai tingkat kematangan minimal 100 setelah melalui proses verifikasi.

Sebagai langkah tindak lanjut, mulai awal November 2026 akan dilaksanakan pendampingan bagi seluruh inovator dalam pemenuhan dokumen dan data dukung inovasi daerah. Seluruh perangkat daerah, UPTD Puskesmas, dan sekolah diharapkan memanfaatkan pendampingan tersebut untuk melengkapi persyaratan sekaligus meningkatkan kualitas inovasi yang dikembangkan.

Menutup sambutannya, Suryadi menegaskan bahwa keberhasilan peningkatan inovasi daerah merupakan tanggung jawab bersama. Ia optimistis, melalui sinergi, koordinasi, dan komitmen seluruh perangkat daerah, Kota Solok mampu meningkatkan kualitas inovasi dan kembali meraih predikat Sangat Inovatif.

“Mari kita jadikan evaluasi capaian tahun sebelumnya sebagai motivasi untuk bekerja lebih baik. Dengan komitmen yang kuat dari seluruh perangkat daerah, saya optimistis Kota Solok mampu meningkatkan kualitas inovasi daerah dan kembali meraih predikat Sangat Inovatif,” tutupnya.


Komentar

Tinggalkan komentar