Naik Signifikan, Kota Solok Tempati Peringkat 4 IMDI 2025 di Sumatera Barat
Solok, (InfoPublikSolok) — Kota Solok kembali menorehkan prestasi membanggakan di bidang transformasi digital. Berdasarkan hasil Indeks Masyarakat Digital Indonesia (IMDI) 2025, Kota Solok meraih nilai 54,38 dan menempati peringkat ke-4 dari 19 kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Barat.
Capaian tersebut menunjukkan peningkatan yang signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Pada tahun 2024, Kota Solok memperoleh nilai 48,43, sementara pada tahun 2023 nilainya tercatat 46,25. Dengan hasil itu, skor IMDI Kota Solok 2025 juga tercatat lebih tinggi dari rata-rata provinsi Sumatera Barat yang berada di angka 49,70.
Pengumuman hasil IMDI 2025 disampaikan langsung oleh Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia (Menkomdigi RI), Meutya Hafid, dalam acara peluncuran laporan nasional IMDI 2025 yang digelar di Ganara Art Space fX Sudirman, Jakarta, Kamis (2/10/2025). Kegiatan tersebut dihadiri oleh sekitar 450 pemangku kepentingan kunci dari berbagai sektor pemerintah, industri, akademisi, dan masyarakat sipil.
Menurut Menkomdigi, IMDI 2025 memberikan gambaran menyeluruh mengenai tingkat kematangan digital masyarakat Indonesia. Pengukuran dilakukan berdasarkan empat pilar utama, yaitu Infrastruktur dan Ekosistem, Literasi Digital, Pemberdayaan, serta Pekerjaan.
“Tahun ini, pengukuran IMDI telah terintegrasi dengan Indeks Literasi Digital (ILD), sehingga memberikan potret yang lebih komprehensif tentang kemampuan dan kesiapan masyarakat dalam menghadapi era digital,” ujar Meutya Hafid.
Empat pilar IMDI menjadi kerangka penting dalam menilai sejauh mana masyarakat di suatu daerah siap menghadapi transformasi digital. Pilar Infrastruktur dan Ekosistem menggambarkan ketersediaan sarana dan dukungan lingkungan digital yang memadai. Literasi Digital menilai kemampuan masyarakat dalam memahami, menggunakan, dan berpartisipasi secara bijak di ruang digital. Pilar Pemberdayaan melihat bagaimana teknologi dimanfaatkan untuk mendorong produktivitas dan inovasi masyarakat, sedangkan Pekerjaan menilai kontribusi sektor digital terhadap penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kompetensi tenaga kerja.
Pengukuran IMDI 2025 dilakukan pada Juli hingga Agustus 2025, dengan melibatkan lebih dari 18 ribu responden individu dan 11 ribu responden industri di seluruh Indonesia.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Solok, Heppy Dharmawan, menyampaikan peningkatan nilai IMDI ini merupakan bukti nyata dari konsistensi Pemerintah Kota Solok dalam memperkuat ekosistem digital masyarakat.
“Capaian ini menunjukkan arah kebijakan Kota Solok dalam penguatan transformasi digital mulai memberikan hasil nyata. Kami akan terus berupaya memperluas akses digital, meningkatkan literasi masyarakat, dan mendorong pemberdayaan ekonomi berbasis teknologi,” ujarnya.
Sejak pertama kali dilaksanakan pada tahun 2022, pengukuran IMDI dilakukan secara berkala setiap tahun di 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota di Indonesia. Indeks ini menjadi acuan penting bagi pemerintah dalam merancang kebijakan pembangunan digital yang inklusif dan berkelanjutan.
Peningkatan nilai IMDI Kota Solok diharapkan menjadi dorongan untuk terus memperkuat pembangunan sumber daya manusia yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta menjadikan Kota Solok sebagai salah satu daerah dengan ekosistem digital yang maju di Sumatera Barat.















