SDN 03 Kampung Jawa Wakili Sumbar pada Peluncuran Digitalisasi Pembelajaran Nasional

SDN 03 Kampung Jawa Wakili Sumbar pada Peluncuran Digitalisasi Pembelajaran Nasional

Kota Solok, (InfoPublikSolok) – SDN 03 Kampung Jawa kembali mengharumkan nama Kota Solok setelah ditunjuk sebagai perwakilan Sumatera Barat pada peluncuran Program Digitalisasi Pembelajaran untuk Indonesia Cerdas yang digelar secara nasional, Senin (17/11/2025). Kegiatan ini dipimpin Presiden Prabowo Subianto dari SMPN 4 Kota Bekasi dan diikuti 1.337 sekolah dari 38 provinsi melalui sambungan daring.

Penunjukan sekolah yang berada di pusat Kota Solok tersebut sekaligus menegaskan komitmen daerah dalam mendorong pendidikan berbasis teknologi. Dalam beberapa tahun terakhir, Pemerintah Kota Solok memang terus menekankan penguatan mutu pendidikan, termasuk melalui penyediaan jaringan internet di sekolah, peningkatan kompetensi guru, serta integrasi literasi digital dalam pembelajaran. Data Dinas Pendidikan mencatat Kota Solok memiliki 33 SD negeri dan swasta dengan tingkat partisipasi teknologi pembelajaran yang terus meningkat.

Dalam arahannya, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi kepada para guru yang dinilainya menjadi ujung tombak transformasi belajar.

“Sebanyak 75 persen sekolah di Indonesia sudah menerima panel interaktif. Panel ini kita harapkan dapat membantu siswa belajar lebih baik dan lebih cepat serta membuka akses pada seluruh sumber ilmu,” ujar Presiden.

Kepala SDN 03 Kampung Jawa, Tan Suwir, S.Pd, mengatakan penunjukan sekolahnya sebagai percontohan merupakan kebanggaan bagi Kota Solok.

“Ini bukan hanya kehormatan bagi sekolah, tetapi juga bagi Kota Solok. Artinya, kesiapan kami dalam pembelajaran digital diakui di tingkat nasional,” ujarnya.

Ia menambahkan, penggunaan Interactive Flat Panel (IFP) membawa perubahan besar dalam proses belajar. Siswa terlihat lebih antusias, sementara materi yang sebelumnya abstrak kini lebih mudah dipahami karena divisualisasikan secara langsung.

Perubahan ini juga dirasakan guru. Gorlis Gianto, guru kelas 2, menjelaskan bahwa siswa kelas rendah yang biasanya cepat bosan kini lebih fokus.

“Visualisasi video dan gambar membuat mereka lebih tertarik. Konsep yang sulit bisa dijelaskan dengan lebih sederhana,” ungkapnya.

Guru sekaligus bendahara sekolah, Sofyan Wicandra, juga menilai kehadiran IFP menghidupkan suasana kelas.

“Anak-anak bisa langsung menyentuh panel untuk menjawab soal atau melihat simulasi. Mereka belajar sambil bereksplorasi,” katanya.

Dari sisi pemerintah daerah, penguatan teknologi pendidikan menjadi salah satu prioritas pembangunan sumber daya manusia. Kota Solok tercatat sebagai salah satu kota dengan angka partisipasi sekolah tertinggi di Sumatera Barat, dan program digitalisasi dinilai akan memperkuat kualitas pembelajaran. Beberapa sekolah di Kota Solok juga mulai memanfaatkan platform pembelajaran digital dan pelatihan guru berbasis TIK.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menambahkan bahwa digitalisasi pembelajaran merupakan realisasi janji Presiden Prabowo pada peringatan Hari Guru Nasional 2024. Hingga pertengahan November 2025, pemerintah telah mengirimkan 172.550 unit IFP ke berbagai sekolah di Indonesia dan menargetkan seluruh perangkat tiba pada Desember 2025.

“Monitoring kami menunjukkan proses belajar semakin menyenangkan dan capaian pembelajaran meningkat,” ujarnya.

Peluncuran program ini juga dihadiri menteri dan wakil menteri Kabinet Merah Putih, pimpinan Komisi X DPR RI, serta Gubernur Jawa Barat.


Komentar

Tinggalkan komentar