Survey Kontainer Sampah, Dinas PerkimLH Pastikan Bantuan CSR Tepat Sasaran
Solok, InfoPublikSolok – Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DisperkimLH) Kota Solok melakukan survei kelayakan kontainer sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) serta sejumlah titik strategis di Kota Solok, Jumat (6/2).
Survei ini dilakukan menyusul diterimanya bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) dari Fadlul Effendi, pengusaha yang memiliki sejumlah jaringan usaha di Kota Solok, sebesar Rp15 juta. Bantuan tersebut diperuntukkan bagi perbaikan sarana dan prasarana persampahan agar tepat sasaran dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.
Kepala Dinas PerkimLH Kota Solok, Hanif, S.Sos, MM menjelaskan bahwa secara keseluruhan terdapat sekitar 33 unit kontainer sampah milik pemerintah daerah. Namun, saat ini hanya 12 unit yang masih berfungsi.
“Dua di antaranya sudah mengalami kerusakan cukup parah dan berlubang, tetapi masih digunakan karena keterbatasan sarana. Selebihnya sudah tidak berfungsi dan masuk kategori rusak berat. Kami akan mencoba merakit kembali unit-unit tersebut dengan memanfaatkan kerangka yang masih kuat agar bisa digunakan kembali,” jelasnya.
Hanif menambahkan, kebutuhan anggaran untuk perbaikan kontainer tergolong besar. Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, perbaikan satu unit kontainer dengan kondisi rusak sedang dapat mencapai Rp15 juta, sedangkan untuk rusak berat berkisar Rp30 hingga Rp45 juta—angka yang hampir setara dengan pengadaan unit baru.
“Karena keterbatasan anggaran daerah, perbaikan belum dapat dilakukan secara maksimal. Oleh karena itu, bantuan CSR ini sangat membantu dalam menjaga keberlangsungan layanan persampahan,” terangnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas dukungan tersebut, terlebih program ini mendapat perhatian dan dukungan dari Wali Kota Solok. Hanif berharap semakin banyak pihak swasta yang berpartisipasi melalui program CSR untuk mendukung pengelolaan lingkungan hidup di daerah.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengelolaan Sampah, Limbah B3 dan Peningkatan Kapasitas (PSLB3PK), Hendra Pilo, ST mengungkapkan bahwa dalam APBD Tahun 2026 belum tersedia alokasi anggaran khusus untuk pemeliharaan kontainer sampah.
“Kami sangat berterima kasih atas bantuan CSR dari Bapak Fadlul Effendi karena sangat membantu pemeliharaan sarana persampahan di tengah keterbatasan anggaran,” ujarnya.
Hendra menambahkan, pihaknya akan mengoptimalkan bantuan tersebut seefektif mungkin. Jika mengacu pada standar biaya sebelumnya, anggaran Rp15 juta biasanya hanya cukup untuk satu unit perbaikan. Namun pihaknya akan berupaya agar dana tersebut dapat memperbaiki dua unit kontainer, atau minimal satu unit aktif yang mengalami kerusakan serta satu unit rusak sedang.
“Jika dana belum mencukupi, kami akan memprioritaskan satu unit perbaikan dan mempertimbangkan pembuatan satu dropbox untuk mendukung program Nabuang Sarok,” jelasnya.
Di tengah keterbatasan sarana, DisperkimLH juga mengimbau masyarakat untuk tetap disiplin membuang sampah pada kontainer yang telah disediakan guna mencegah munculnya titik-titik sampah liar yang berpotensi mencemari lingkungan.
Melalui sinergi antara pemerintah daerah dan sektor swasta, diharapkan pengelolaan persampahan di Kota Solok dapat terus ditingkatkan demi menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.























