Jaga Keberlanjutan Budidaya Perikanan, UPTD Laboratorium Lingkungan Uji Kualitas Air Permukaan BBI

Jaga Keberlanjutan Budidaya Perikanan, UPTD Laboratorium Lingkungan Uji Kualitas Air Permukaan BBI

Solok, InfoPublikSolok - Pemerintah Kota Solok melalui UPTD Laboratorium Lingkungan Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup (PerkimLH) bergerak aktif menjaga kelestarian ekosistem perairan daerah. Langkah antisipatif ini ditunjukkan melalui aksi pengambilan dan pengujian sampel air permukaan di kawasan Balai Benih Ikan (BBI) Kota Solok, Kamis (11/6).

Agenda pemantauan lingkungan berkala ini dipimpin langsung oleh Kepala UPTD Laboratorium Lingkungan Kota Solok, Lusi Rossalina, SE, M.Si, bersama jajaran staf teknis lapangan. Pengambilan sampel difokuskan pada sumber air permukaan yang menjadi urat nadi utama bagi keberlangsungan aktivitas operasional dan pembenihan ikan di kawasan BBI tersebut.

Berdasarkan hasil uji cepat menggunakan peralatan laboratorium lapangan (portable instrument), parameter fisik air permukaan di lokasi, seperti suhu air dan pengaruh kondisi cuaca, menunjukkan indikator yang baik dan masih berada di bawah ambang batas aman yang diperkenankan oleh regulasi lingkungan hidup.

Kepala UPTD Laboratorium Lingkungan, Lusi Rossalina, menjelaskan bahwa pengujian ini untuk memetakan kelayakan air yang digunakan untuk budidaya agar benih ikan dapat tumbuh dengan optimal tanpa terkontaminasi zat berbahaya.

"Pengambilan sampel air permukaan ini bertujuan untuk memantau dan mengetahui kualitas air secara riil di lokasi. Data yang kami peroleh dari lapangan ini akan menjadi bahan evaluasi berkala dan informasi penting dalam upaya menjaga baku mutu lingkungan, sekaligus mendukung keberlanjutan sektor perikanan di BBI Kota Solok," urai Lusi.

Terkait kedalaman uji laboratorium, Lusi secara transparan menyampaikan bahwa pada tahun anggaran 2026 ini, pihaknya baru bisa memaksimalkan pengujian pada parameter fisik lapangan. Untuk pengujian parameter kimia spesifik seperti Dissolved Oxygen (DO/oksigen terlarut), Biological Oxygen Demand (BOD), dan Chemical Oxygen Demand (COD) belum bisa dieksekusi penuh dalam waktu dekat.

"Untuk saat ini, pengujian kami lakukan secara adaptif menyesuaikan ketersediaan sarana dan bahan pendukung yang ada. Parameter kimia seperti DO, BOD, dan COD memang belum dapat kami analisis di laboratorium karena bahan kimia khusus untuk reagen pengujian tersebut belum tersedia pada anggaran tahun ini. Kendati demikian, fungsi pengawasan tidak boleh kendor. Kami tetap mengoptimalkan pemantauan kualitas air melalui parameter fisik yang terukur langsung di lapangan," jelas Lusi secara terbuka.

Melalui rilis data awal ini, UPTD Laboratorium Lingkungan Kota Solok berharap potret kondisi fisik air ini dapat menjadi basis data awal bagi para pengelola perikanan. Ke depan, Dinas PerkimLH berkomitmen untuk terus meningkatkan kapasitas pengujian laboratorium demi mewujudkan pengelolaan sumber daya perikanan yang modern, berkelanjutan, dan ramah lingkungan di Kota Solok.


Komentar

Tinggalkan komentar