Karhutla Landa Kawasan Bukit Barisan, Wako Ramadhani Tinjau Langsung Proses Pemadaman

Karhutla Landa Kawasan Bukit Barisan, Wako Ramadhani Tinjau Langsung Proses Pemadaman

Solok, InfoPublikSolok – Hanya berselang beberapa waktu usai Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) digelar, Wali Kota Solok, Dr. H. Ramadhani Kirana Putra, langsung dihadapkan pada ujian nyata di lapangan.

Kebakaran hutan dan lahan melanda kawasan Bukit Setan Payo dan Bukit Pincuran Gadang, yang berada di Kelurahan Tanah Garam. Memasuki hari ketiga, kobaran api masih belum sepenuhnya berhasil dipadamkan oleh tim gabungan yang terdiri dari petugas dan relawan.

Tidak tinggal diam di balik meja, Wali Kota Ramadhani bersama jajaran Forkopimda turun langsung ke lokasi yang memiliki medan cukup sulit. Kehadiran mereka untuk memastikan proses pemadaman berjalan optimal sekaligus memberikan semangat kepada para petugas di lapangan.

Kebakaran yang menghanguskan sekitar 20 hektare lahan perkebunan warga dan kawasan hutan di lereng Bukit Barisan ini menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Solok. Upaya penanggulangan terus dimaksimalkan agar api tidak meluas dan dampaknya bisa ditekan sekecil mungkin dengan menyiapakan bak penampung air, peralatan mesin pompa air, selang air, dan APD tahan api dan panas.

“Sampai tengah malam, tim masih berjibaku memadamkan titik api. Satgas Karhutla, TRC BPBD, TNI/Polri, Dishut Provinsi, Manggala Agni Sumatera Muara Tebo, Satpol PP, PMI, Pramuka Peduli, relawan, dan warga bahu membahu agar api benar-benar padam dan tidak menyisakan bara,” kata Wako Ramadhani, Rabu (23/7) malam.

Menurutnya, api kini telah berhasil dikendalikan dan proses pendinginan terus dilakukan guna mencegah kebakaran susulan. Ia mengapresiasi semua pihak yang telah menunjukkan dedikasi luar biasa.

Ramadhani menekankan bahwa tantangan Karhutla bukan sekadar isu lingkungan, tetapi juga menyangkut keselamatan warga dan masa depan daerah.

“Perubahan iklim, cuaca ekstrem, dan aktivitas manusia yang abai membuat kebakaran hutan bukan lagi hal sepele. Bencana datang tanpa mengenal batas administratif, hanya bisa dihadapi dengan kesiapsiagaan dan solidaritas,” tuturnya.

Ia menutup dengan menyampaikan rasa hormat mendalam kepada seluruh petugas dan relawan yang berjaga siang dan malam.

“Bagi saudara-saudara kami yang turun langsung memadamkan api dan menjaga keselamatan warga, izinkan kami memberi hormat setinggi-tingginya,” ucap Wako, penuh haru.

Sebelumnya, pada pagi hari yang sama, digelar Apel Kesiapsiagaan Karhutla di halaman Balai Kota Solok, dipimpin Kapolres Solok Kota AKBP Mas'ud Ahmad. Dalam apel yang diikuti unsur Forkopimda, TNI/Polri, OPD, TRC BPBD, Pramuka Peduli dan relawan PMI tersebut, ditegaskan bahwa apel bukan formalitas belaka, melainkan bentuk kesiapan nyata menghadapi musim kemarau panjang yang dipicu El Nino.

Hingga pertengahan Juli 2025, lebih dari 300 hektare lahan telah terbakar di Sumatera Barat. Kabupaten Solok bahkan telah menetapkan status tanggap darurat Karhutla sejak 21 Juli. Meskipun Kota Solok belum menetapkan status yang sama, Wako menegaskan bahwa ancamannya tetap nyata.

Pembukaan lahan dengan cara dibakar dan rendahnya kesadaran masyarakat menjadi pemicu utama maraknya Karhutla. Kapolres menekankan pentingnya edukasi dan sinergi lintas sektor, termasuk tokoh adat dan agama untuk menyadarkan masyarakat akan bahaya membakar hutan sembarangan.

Pemerintah Kota Solok bersama Satgas Karhutla akan terus mengintensifkan patroli terpadu, penempatan personel di titik rawan, optimalisasi peralatan pemadam serta kampanye pelarangan membakaran sampah, dedaun kering, unggun di lahan kering, dan menjauhkan tindakan pemicu terjadinya kebakaran hutan dan lahan.


Komentar

Tinggalkan komentar