Kota Solok Dorong Sekolah Ramah Lingkungan, Empat SD Jalani Verifikasi Adiwiyata Provinsi
Solok, InfoPublikSolok - Empat sekolah dasar di Kota Solok menjalani proses verifikasi lapangan sebagai Calon Sekolah Adiwiyata Provinsi (CSAP) yang dilakukan oleh Tim Penilai Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Barat, Rabu (25/6).
Sekolah yang diverifikasi meliputi SDN 07 Kampung Jawa, SDN 05 VI Suku, SDN 09 Tanah Garam, dan SDN 08 VI Suku. Selama kunjungan, Tim Penilai didampingi langsung oleh Tim Pembina Adiwiyata dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Solok, khususnya Bidang Penataan dan Penaatan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.
Di setiap lokasi verifikasi, para kepala sekolah, guru, komite sekolah, pengawas, hingga kader Adiwiyata sekolah turut menyambut tim dan memaparkan program-program unggulan mereka dalam mendukung budaya ramah lingkungan.
“Alhamdulillah seluruh proses berjalan lancar. Kami sangat mengapresiasi tim provinsi yang telah melakukan verifikasi terhadap empat sekolah. Harapannya, semua sekolah yang diusulkan dapat lolos dan meraih predikat Adiwiyata Provinsi Sumbar,” ujar Agus Susanto, Kabid Penataan dan Penaatan PPLH DLH Kota Solok.
Menurut Agus, tahapan verifikasi ini bukan akhir, melainkan awal perjuangan mewujudkan sekolah sebagai agen pelestari lingkungan. Ia berharap semangat Adiwiyata bisa menjadi budaya yang tertanam di setiap aktivitas sekolah, demi lingkungan yang sehat dan berkelanjutan.
Sementara itu, Penyuluh Lingkungan Hidup, Nelli Amrianis, SP, menambahkan bahwa dari empat sekolah tersebut, SDN 09 Tanah Garam menjadi sekolah yang diusulkan secara “murni” sebagai Calon Sekolah Adiwiyata Provinsi.
“Tiga sekolah lainnya sebelumnya sudah pernah meraih predikat Adiwiyata Provinsi. Namun, karena adanya regulasi baru, mereka harus mengajukan ulang dari awal. Meski demikian, keempat sekolah ini telah menunjukkan kesiapan penuh menjadi sekolah Adiwiyata,” jelas Nelli.
Adiwiyata sendiri merupakan program penghargaan bagi sekolah yang aktif melaksanakan Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (PBLHS). Program ini mendorong perilaku ramah lingkungan yang terintegrasi dalam pembelajaran, kegiatan ekstrakurikuler, hingga pembiasaan harian siswa.
Beberapa aspek penting dalam penilaian meliputi pengelolaan kebersihan, sanitasi, drainase, pengolahan sampah, penanaman dan pemeliharaan tanaman, konservasi air dan energi, serta berbagai inovasi lingkungan yang dilakukan sekolah.
Dengan terus meningkatnya partisipasi sekolah di Kota Solok dalam program Adiwiyata, harapan akan hadirnya generasi muda yang cinta lingkungan bukan sekadar mimpi, tetapi sedang dalam proses nyata untuk diwujudkan.























