Pemerintah Dorong Penerapan Standar Teknis Rumah Tahan Bencana
Solok, InfoPublikSolok — Pemerintah terus mendorong penerapan standar teknis rumah tahan bencana sebagai langkah mitigasi untuk mengurangi risiko kerusakan dan dampak bencana di tengah tingginya potensi bencana alam di Sumatera Barat.
Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan sosialisasi standar teknis penyediaan dan rehabilitasi rumah bagi masyarakat dan sukarelawan tanggap bencana yang digelar Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimtan) Provinsi Sumatera Barat di Aula Kantor Camat Lubuk Sikarah, Kota Solok, Rabu (6/5/2026).
Kegiatan ini diikuti Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (PerkimLH) Kota Solok bersama unsur BPBD, kecamatan, kelurahan, dan Kelompok Siaga Bencana (KSB) di lingkungan Kota Solok.
Sosialisasi menghadirkan Kepala Dinas Perkimtan Provinsi Sumatera Barat, Ahdiyarsyah, ST, MT beserta tim sebagai narasumber. Sementara materi mengenai Standar Teknis Rehabilitasi Rumah, Rumah Aman Bencana, dan Rumah Rawan Terdampak Bencana disampaikan oleh Jefrizal dari Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi (SDABK) Provinsi Sumatera Barat.
Dalam pemaparannya, Jefrizal menjelaskan pentingnya penerapan standar teknis pembangunan rumah guna meminimalkan risiko kerusakan akibat bencana. Ia juga memaparkan konsep rumah aman bencana, mulai dari pemilihan material bangunan, konstruksi dasar rumah, hingga penyesuaian struktur bangunan pada wilayah rawan bencana.
Kepala Dinas Perkimtan Provinsi Sumatera Barat, Ahdiyarsyah, menyampaikan bahwa Sumatera Barat termasuk daerah dengan tingkat kerawanan bencana yang cukup tinggi sehingga kesiapsiagaan pemerintah dan masyarakat perlu terus diperkuat.
“Pencegahan dan pengurangan risiko bencana harus dimulai dari peningkatan pemahaman masyarakat terhadap standar rumah aman bencana. Sosialisasi ini menjadi salah satu langkah untuk memperkuat kesiapsiagaan tersebut,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas PerkimLH Kota Solok, Hanif, S.Sos, MM mengatakan kegiatan tersebut bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat dan sukarelawan terkait standar teknis penanggulangan bencana, khususnya dalam pembangunan dan rehabilitasi rumah.
“Salah satu upaya yang dapat dilakukan antara lain meninggikan lantai rumah di atas titik banjir tertinggi yang pernah terjadi, menggunakan material tahan air seperti beton kedap air dan keramik, serta memastikan sistem drainase dan sumur resapan berfungsi dengan baik,” jelas Hanif.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Dinas Perkimtan Provinsi Sumatera Barat atas pelaksanaan sosialisasi yang dinilai penting untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menghadapi potensi bencana.
“Kami berharap kegiatan ini dapat menambah wawasan dan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai tata cara penanggulangan bencana sesuai standar teknis yang berlaku,” tambahnya.






















