Pojok Pondali: Podcast Literasi Digital, Gaya Baru Belajar Siswa SDN 21 PPA
Solok, InfoPublikSolok – Dunia pendidikan menghadapi tantangan baru dalam membangun budaya literasi di tengah gempuran era digital. Siswa kini lebih tertarik pada konten visual dan audio dibandingkan media cetak tradisional. Menyadari pergeseran tersebut, SDN 21 PPA menggagas inovasi POJOK PONDALI (Pojok Podcast sebagai Media Digital Literasi) yang resmi diluncurkan pada Rabu (11/9/2024).
POJOK PONDALI hadir sebagai solusi kreatif untuk menjembatani kesenjangan antara kebiasaan membaca konvensional dan ketertarikan siswa terhadap teknologi digital. Podcast dipilih karena bersifat interaktif, fleksibel, serta dapat diakses kapan saja, menjadikannya media yang efektif dan relevan dalam mengembangkan keterampilan literasi.
Berbeda dari kegiatan literasi biasa, siswa dalam program ini tidak hanya menjadi pendengar, melainkan terlibat langsung dalam proses produksi podcast. Mereka menyusun naskah, melakukan rekaman, menyampaikan ide, dan bahkan belajar mengedit audio. Proses ini membentuk keterampilan literasi yang lebih menyeluruh seperti membaca, menulis, berbicara, mendengarkan, sekaligus berpikir kritis.
Menurut Ismanita, guru penggagas inovasi ini, POJOK PONDALI tidak hanya meningkatkan minat baca, tetapi juga menumbuhkan rasa percaya diri, kreativitas, dan kemampuan berpikir sistematis di kalangan siswa.
“Melalui podcast, siswa belajar mengekspresikan pendapat dan menyampaikan informasi dengan cara yang menyenangkan dan bermakna. Ini bagian dari upaya kami memperkuat literasi digital sekaligus mendukung tercapainya Profil Pelajar Pancasila,” jelas Ismanita.
Data dari Rapor Pendidikan menunjukkan adanya penurunan minat baca di SDN 21 PPA tahun sebelumnya. Upaya sebelumnya seperti sudut baca dan kegiatan literasi tradisional belum cukup efektif menjawab tantangan era digital. Kehadiran POJOK PONDALI menjadi strategi baru yang menggabungkan teknologi, kreativitas, dan semangat belajar siswa.
Dukungan dari guru, orang tua, dan masyarakat menjadi pondasi penting dalam memastikan program ini berkelanjutan, sekaligus mendorong tumbuhnya generasi yang literat, adaptif, dan melek teknologi.























