Belajar Sambil Lestarikan Budaya: Inovasi BERKUDA dari SDN 15 Tanah Garam Hadirkan Randai dalam Kelas
Solok, InfoPublikSolok – Menjawab tantangan pembelajaran yang monoton dan kurang kontekstual, SDN 15 Tanah Garam menghadirkan sebuah inovasi unik berbasis budaya lokal bertajuk BERKUDA (Pembelajaran Berkolaborasi Randai). Inovasi ini secara resmi diluncurkan pada Kamis (2/5/2024) sebagai bentuk perpaduan antara metode pembelajaran aktif dengan kesenian tradisional Minangkabau, yakni randai.
BERKUDA awalnya dikembangkan sebagai kegiatan ekstrakurikuler untuk kelas tinggi, namun karena respon siswa yang sangat antusias, inovasi ini kini diintegrasikan ke dalam pembelajaran di setiap kelas. Randai, sebagai seni pertunjukan tradisional yang menggabungkan gerak, dialog, dan musik, diadaptasi menjadi bagian dari proses belajar berbagai mata pelajaran.
“Dengan BERKUDA, siswa tidak hanya belajar materi akademik, tetapi juga mengasah keberanian, kreativitas, berpikir kritis, hingga rasa cinta terhadap budaya daerah mereka sendiri,” ungkap Herliza Tahar, guru penggagas inovasi dari SDN 15 Tanah Garam.
Model ini membuat pembelajaran terasa lebih menyenangkan dan berkesan karena siswa diajak bergerak, berperan, dan mengekspresikan diri melalui elemen randai yang disesuaikan dengan materi. Gerakan randai dapat dilakukan di awal, tengah, atau akhir pembelajaran, semuanya disesuaikan dengan dinamika kelas.
Keunggulan utama dari BERKUDA adalah membuat pembelajaran lebih variatif dan tidak membosankan, menumbuhkan karakter berani berbicara, bertanggung jawab, dan kreatif, meningkatkan kompetensi guru dalam menerapkan pembelajaran berbasis budaya lokal, mendorong pelestarian seni tradisional Minangkabau melalui pendekatan yang relevan dengan dunia anak-anak.
Pembelajaran yang melibatkan tubuh, emosi, dan budaya ini tidak hanya memberi pengalaman belajar yang menyenangkan, tetapi juga mengisi memori jangka panjang siswa dengan nilai-nilai budaya yang luhur. Seluruh siswa pun terlibat aktif dan antusias saat mencoba gerakan randai sesuai peran dan tugas masing-masing.
Inovasi BERKUDA menjadi bukti bahwa pendidikan bisa menjadi ruang untuk merawat budaya sekaligus membentuk karakter generasi muda yang cerdas dan berakar pada nilai-nilai lokal.
























