Kemenag Kota Solok dan Ormas Islam Perkuat Sinergi Jaga Kerukunan Umat
Solok, InfoPublikSolok - Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Solok menggelar kegiatan konsultasi dan koordinasi bersama tokoh agama serta pimpinan organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam se-Kota Solok di Aula Kantor Kemenag Kota Solok, Kamis (25/6).
Kegiatan tersebut difokuskan pada penguatan moderasi beragama serta pembahasan berbagai dinamika umat guna menjaga kondusivitas kehidupan beragama di Kota Solok.
Kepala Kantor Kemenag Kota Solok, H. Amril, meski tidak dapat hadir secara langsung, menyampaikan pesan dan arahan agar forum koordinasi tersebut menjadi wadah memperkuat sinergi antar-elemen keagamaan.
Menurutnya, kondisi kerukunan umat beragama yang selama ini terjaga di Kota Solok merupakan hasil kerja bersama yang harus terus dirawat secara konsisten.
"Sinergi antara Kementerian Agama, tokoh agama, dan pimpinan ormas Islam merupakan kunci utama. Kita memiliki tanggung jawab untuk melakukan deteksi dini terhadap potensi persoalan yang dapat memicu gesekan sosial. Mari mengedepankan musyawarah, mematuhi regulasi, dan memperkuat moderasi beragama demi mewujudkan Kota Solok yang aman, damai, dan harmonis," ujar H. Amril dalam pesan tertulisnya.
Dalam rapat koordinasi tersebut, peserta juga membahas data kependudukan berdasarkan agama dan perkembangan rumah ibadah di Kota Solok. Berdasarkan data Bimas Kristen Kanwil Kemenag Sumatera Barat, tercatat sekitar 800 warga nonmuslim di Kota Solok yang didampingi oleh 38 penyuluh agama nonmuslim tingkat kanwil.
Forum juga membahas keberadaan rumah doa di kawasan Tanah Putih serta tempat ibadah di Jalan Sudirman sebagai bagian dari upaya menjaga harmonisasi dan ketertiban kehidupan beragama.
Kepala Seksi Bimas Islam Kemenag Kota Solok, Irawadi Uska, mengatakan ormas Islam bersama Kemenag memiliki peran strategis dalam mendeteksi sejak dini berbagai isu yang berkembang di tengah masyarakat.
"Kita harus peka terhadap potensi pemicu konflik antarumat beragama agar stabilitas dan kedamaian di tengah masyarakat tetap terjaga," ujarnya.
Selain membahas isu kerukunan, forum tersebut juga menghasilkan rekomendasi kepada masyarakat agar lebih berhati-hati dalam melakukan transaksi jual beli tanah maupun pengalihan fungsi lahan. Masyarakat diimbau memastikan seluruh proses dilakukan sesuai ketentuan dan perizinan yang berlaku guna menghindari potensi gesekan sosial di kemudian hari.
Pertemuan ini dihadiri oleh Kepala Seksi Bimas Islam Irawadi Uska, Kasubag Tata Usaha sekaligus perwakilan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Adrinoviyan, Kepala Seksi Pondok Pesantren, jajaran Staf Bimas Islam, serta pimpinan ormas Islam dan tokoh agama dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), Tarbiyah, Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama (NU), dan Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT).
Melalui koordinasi berkala tersebut, Kemenag Kota Solok bersama tokoh agama dan pimpinan ormas Islam berkomitmen terus memperkuat silaturahmi, menjaga kerukunan, dan mengawal moderasi beragama demi terciptanya Kota Solok yang kondusif, aman, dan damai.

















