Kota Solok Perluas Jaminan Sosial untuk 4.250 Pekerja Rentan
Solok, InfoPublikSolok – Pemerintah Kota Kota Solok memperluas cakupan jaminan sosial bagi pekerja rentan menjadi 4.250 peserta pada tahun 2026. Komitmen tersebut disampaikan langsung Wali Kota Solok, Dr. H. Ramadhani Kirana Putra, saat penutupan rangkaian Safari Ramadan 1447 H di Masjid Nurul Hidayah, Banda Panduang, Kelurahan Tanah Garam, Senin (23/2) malam.
Safari Ramadan menjadi ruang komunikasi terbuka antara pemerintah dan masyarakat. Melalui forum tersebut, Wali Kota menegaskan bahwa di tengah tantangan efisiensi anggaran, kebijakan yang menyentuh kebutuhan dasar warga tetap menjadi prioritas utama.
“Tahun pertama kepemimpinan kami memang tidak mudah. Namun kami pastikan perlindungan sosial dan pelayanan dasar tetap berjalan dan bahkan diperkuat,” tegasnya di hadapan jamaah.
Sepanjang 2025, Pemko Solok telah mendaftarkan 2.260 pekerja rentan, mulai dari buruh bangunan, tukang ojek hingga pekerja informal ke dalam program BPJS Ketenagakerjaan yang mencakup Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian.
Pada 2026, jumlah tersebut ditingkatkan menjadi 4.250 peserta, termasuk pekerja tani dan sektor informal lainnya.
“Negara harus hadir untuk mereka yang bekerja dengan risiko tinggi. Perluasan ini adalah bentuk keberpihakan nyata kepada masyarakat kecil,” ujar Ramadhani.
Ia menambahkan bahwa jaminan sosial merupakan fondasi penting untuk mencegah kerentanan ekonomi akibat risiko kerja maupun musibah.
“Kita ingin para pekerja merasa aman. Jika terjadi sesuatu, ada perlindungan yang menjamin keberlangsungan hidup keluarganya,” tambahnya.
Selain itu, komitmen terhadap layanan kesehatan juga terus diperkuat melalui sinergi dengan BPJS Kesehatan guna menjaga capaian Universal Health Coverage (UHC) di Kota Solok.
Di samping penguatan jaminan sosial, pengembangan sektor pariwisata juga menjadi prioritas strategis Pemerintah Kota Solok dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Salah satu langkah konkret diwujudkan melalui pengembangan kawasan sport tourism Puncak Garunun Bidadari Payo sebagai destinasi unggulan berbasis alam dan olahraga.
“Pariwisata adalah peluang besar bagi Kota Solok. Dengan pengembangan destinasi unggulan, kita ingin menciptakan efek berganda bagi ekonomi masyarakat, UMKM tumbuh, lapangan kerja terbuka, dan pendapatan warga meningkat,” jelas Wali Kota.
Menurutnya, penguatan sektor wisata menjadi bagian dari strategi diversifikasi ekonomi agar daerah tidak hanya bergantung pada sektor tertentu, tetapi mampu mengoptimalkan potensi lokal secara berkelanjutan.
Turut hadir dalam rombongan Safari Ramadan tersebut, Anggota DPRD Kota Solok Ade Merta selaku Wakil Ketua Tim, Kepala Disperkim LH Hanif sebagai Sekretaris Tim, Ketua Baznas Kota Solok H. Zaini, Dirut Perumda Pincuran Gadang Rabbi Luski, Kepala BKD Kota Solok, Kakan Kemenag Kota Solok, Kepala Bank Nagari Cabang Solok, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Solok, serta awak media peliput.
Dalam kesempatan tersebut, Tim I Safari Ramadan juga menyerahkan bantuan operasional masjid sebesar Rp4 juta beserta paket alat kebersihan. Dukungan tambahan diberikan oleh Perumda Pincuran Gadang sebesar Rp1,5 juta, CSR Bank Nagari Cabang Solok sebesar Rp3 juta, serta OSR BPJS Ketenagakerjaan Rp2,5 juta.























