Kafilah Kota Solok Tampil pada Hari Pertama Lomba Tafsir Al-Qur’an Bahasa Indonesia Putra

Kafilah Kota Solok Tampil pada Hari Pertama Lomba Tafsir Al-Qur’an Bahasa Indonesia Putra

Bukittinggi, InfoPublikSolok – Hari pertama pelaksanaan Lomba Tafsir Al-Qur’an Bahasa Indonesia kategori Putra berlangsung khidmat di Masjid Al-Falah, Kota Bukittinggi, pada Minggu (14/12/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-41 yang diikuti oleh para peserta terbaik dari berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Barat.

Suasana masjid tampak penuh kekhusyukan ketika para peserta tampil menyampaikan penafsiran ayat-ayat suci Al-Qur’an. Dengan penggunaan bahasa Indonesia yang baik, sistematis, dan mendalam, para peserta berupaya menggambarkan pemahaman komprehensif terhadap kandungan ayat, sekaligus relevansinya dalam kehidupan bermasyarakat. Dewan hakim menilai penampilan peserta berdasarkan ketepatan penafsiran, penguasaan materi, serta kemampuan penyampaian dan retorika.

Pada hari pertama lomba, Kafilah Kota Solok menurunkan salah satu peserta andalannya, Habibullah. Dengan gaya penyampaian yang tenang, runtut, dan argumentasi yang terstruktur, Habibullah mampu menarik perhatian dewan juri maupun para hadirin yang menyimak jalannya perlombaan.

Pendamping peserta, Haviz, ST, menyampaikan bahwa persiapan telah dilakukan secara matang jauh hari sebelum lomba dimulai. Ia menegaskan bahwa lomba tafsir bukan semata-mata ajang kompetisi, melainkan juga sarana dakwah serta penguatan pemahaman Al-Qur’an di tengah masyarakat.

“Lomba tafsir ini menjadi wadah untuk melahirkan generasi Qur’ani yang tidak hanya mampu membaca Al-Qur’an, tetapi juga memahami maknanya dan mengamalkan ajarannya dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Sementara itu, panitia pelaksana menjelaskan bahwa Lomba Tafsir Al-Qur’an Bahasa Indonesia kategori putra akan berlangsung selama beberapa hari ke depan, sesuai dengan jadwal penampilan peserta yang telah ditetapkan. Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan secara tertib dan lancar, dengan tetap menjaga kekhusyukan serta menjunjung tinggi nilai-nilai keislaman yang menjadi ruh dari pelaksanaan MTQ.


Komentar

Tinggalkan komentar