Kemas Bakaba Jadi Teater Modern, Pemkot Solo Latih Generasi Muda Olah Tubuh dan Keaktoran
Solok, InfoPublikSolok - Pemerintah Kota (Pemko) Solok secara resmi merevitalisasi Bakaba dan Tutua Bakaba, tradisi lisan legendaris Minangkabau yang kaya akan pesan moral dan nilai adat ke dalam bentuk seni pertunjukan teater modern. Langkah ini diwujudkan melalui pembukaan Workshop Olah Tubuh dan Keaktoran bertajuk “Baka dan Tutua Bakaba” yang difokuskan untuk melatih seni peran generasi milenial serta Gen Z di Kota Solok.
Kegiatan strategis yang menyasar para pemuda daerah ini diinisiasi oleh Yayasan Zona Cakrawala Solok dan dibuka langsung oleh Wakil Wali Kota Solok, H. Suryadi Nurdal, di Aula SMP Negeri 4 Kota Solok, Jumat (22/5). Melalui pendekatan seni peran modern, tradisi mendongeng lama tersebut dikemas ulang agar lebih komunikatif, ekspresif, dan menarik secara visual bagi penonton masa kini tanpa kehilangan nilai aslinya.
Dalam arahannya, Wakil Wali Kota Solok, H. Suryadi Nurdal, menegaskan bahwa pelibatan aktif anak muda dalam seni pertunjukan tradisional merupakan benteng pertahanan terbaik dalam menjaga identitas daerah di tengah gempuran budaya asing dan arus modernisasi.
“Melalui seni pertunjukan ini, kita belajar tentang nilai kehidupan, adat, etika, kebersamaan, dan kearifan lokal. Revitalisasi budaya lewat tangan generasi muda adalah langkah krusial agar warisan Minangkabau tetap relevan dengan perkembangan zaman,” ujar Suryadi Nurdal.
Wawako juga mengaku bangga melihat tingginya antusiasme para peserta. Ia berharap melalui pembekalan materi olah tubuh dan keaktoran yang matang, lokakarya ini mampu melahirkan talenta-talenta kreatif baru yang percaya diri untuk membawa nama Kota Solok ke kancah seni pertunjukan nasional hingga internasional.
Pemerintah Kota Solok memastikan akan terus memberikan ruang ekspresi yang luas serta dukungan penuh terhadap berbagai kegiatan positif yang bertujuan melestarikan kebudayaan lokal. Upaya ini sekaligus menjadi komitmen pemda dalam membangun ekosistem industri kreatif yang kuat berbasis kearifan lokal.
Di akhir sambutannya, Suryadi meminta seluruh peserta untuk memanfaatkan kesempatan emas ini dengan optimal guna menyerap ilmu, teknik pernapasan, olah fisik, dan seni peran langsung dari para mentor serta narasumber yang kompeten di bidang seni peran dan budaya.













