Miliki Potensi Thermal Kuat, Puncak Bidadari Kota Solok Sukses Diuji Coba Jadi Spot Baru Gantole Sumatera
Solok, InfoPublikSolok – Kawasan Puncak Bidadari di Kelurahan Tanah Garam, Kota Solok, terbukti memiliki potensi besar sebagai lokasi (spot) baru olahraga dirgantara, khususnya untuk nomor terbang lintas alam (cross-country). Kepastian ini diperoleh setelah sejumlah atlet gantole senior dari Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) dan Riau sukses melakukan uji terbang dan pemetaan karakter angin di kawasan tersebut pada periode 29 hingga 30 Mei 2026 lalu.
Latihan bersama berskala regional yang digelar untuk memeriahkan Kejuaraan Daerah (Kejurda) Paralayang Solok ini mengonfirmasi bahwa Puncak Bidadari memiliki karakteristik alam yang sangat ideal. Dalam uji coba tersebut, salah satu atlet bahkan berhasil melakukan lepas landas (take-off) dari Puncak Bidadari, lalu terbang menjelajah melintasi langit Kota Solok hingga kawasan Danau Singkarak secara bolak-balik.
Instruktur Gantole Sumatera Barat, Rijalul Fathani, menjelaskan bahwa eksplorasi ini berfokus pada pemetaan thermal atau arus udara panas buatan alam yang menjadi bahan bakar utama bagi atlet gantole untuk bertahan lama di udara dan melakukan penerbangan jarak jauh.
“Kawasan Puncak Bidadari ini bisa dibilang spot baru yang sangat potensial untuk nomor terbang lintas alam. Meskipun nomor ini tidak dipertandingkan di PON, karakternya sangat bagus untuk mengasah kemampuan navigasi dan ketahanan atlet. Alhamdulillah, dari hasil uji coba kemarin, arus udara panas (thermal) di sini tergolong kuat dan stabil, terbukti atlet kami mampu terbang bolak-balik sampai ke arah Danau Singkarak,” ungkap Rijalul Fathani, Senin (1/6).
Sederet atlet andalan yang turun langsung dalam mengeksplorasi wilayah udara Solok ini antara lain NSR Yalatif, Khaidir Anas, Rafika Efendi, dan Gerry Oktaviano Putra dari kontingen Sumbar, serta Jerry Simo yang hadir mewakili Provinsi Riau.
Rijalul berharap, temuan positif ini dapat ditindaklanjuti dengan program latihan yang berkelanjutan. Jaminan kondisi angin yang ramah bagi olahraga dirgantara ini diyakini mampu menarik minat komunitas gantole dan paralayang dari berbagai wilayah di Indonesia untuk datang ke Kota Beras.
Pemerintah Kota Solok menyambut baik hasil eksplorasi para atlet dirgantara tersebut. Ke depan, kawasan Puncak Bidadari di Tanah Garam tidak hanya diproyeksikan sebagai pusat pembinaan dan peningkatan performa atlet, melainkan juga dikembangkan sebagai destinasi wisata olahraga (sport tourism) unggulan yang mampu mendongkrak sektor pariwisata daerah.




















